Sayyid Qutb merupakan salah satu
tokoh pemikiran politik Islam yang disegani karena berbagai ide pemikiran
politik yang cukup memberikan kontribusi bagi perkembangan politik Islam. Qutb
sempat menimba ilmu di Barat yang telah banyak memberikan latar belakang konsep
sekularisme yang mulai dianutnya. Namun dikarenakan ketertarikannya pada sosok
Hassan Al Banna telah membuatnya merubah haluan.
Perlu diketahui, awalnya Qutb merasa
simpati saat Hassan Al Banna dijatuhi hukuman mati akibat bertentangan dengan
pemerintah sekuler dalam membangun bangsa. Dimana Hassan Al Banna adalah tokoh
yang mengembangkan gerakan muslim berpengaruh dan terbesar yakni Ikhwanul
Muslimin (Islamic Brotherhood) yang
memang mendominasi Mesir kala itu, sehingga menjadi sebuah ancaman negara dalam
negara bagi Pemerintah. Akibat peristiwa
ini menjadi perenungan kembali oleh Sayyid Qutb hingga kembali ke “masa”nya.
Berbagai pemikiran politik Sayyid Qutb banyak menjadi
pengembangan perpolitikan Islam dan membawa pengaruh besar bagi dunia Islam diantaranya
beberapa pemikir yang terinspirasi dari sosoknya. Diantara berbagai pemikiran
politiknya adalah sebagai berikut :
- Sayyid Qutb mengedepankan konsep Self Correction. Yakni kritik atas apa yang terjadi dalam umat Islam (kembalinya pada masa Jahiliyah modern). Hal ini dilatarbelakangi oleh perilaku umat manusia yang mulai meninggalkan pemikiran Islam dan berorientasi pada masalah keduniawian dan materi. Sehingga menurutnya, perlu adanya koreksi diri menuju pada pembentukan masyarakat Islami. Qutb menegaskan terdapat dua konteks masyarakat yaitu Islami (Al Nizam Al Islami) dan Jahil (Al Nizam Al Jahili).
- Peradaban dunia berkembang pada Yunani dan Barat yang memang memfokuskan pada pemisahan konsep ruh dan materi. Kehidupan materi menjadi lebih penting daripada ruh, sehingga hal inilah yang menurut pandangan Sayyid Qutb dapat membahayakan umat manusia. Ia berpendapat bahwa spiritual lebih penting daripada masalah materi. Dimana kebutuhan materi dan spiritual (ruh) memiliki hubungan yang kuat. Justru manusia kini kadang terjebak pada salah satunya, misalnya campur tangan aspek ekonomi dalam spiritual.
- Pentingnya tanggung jawab seorang Khalifah dalam menyatukan aspek materi dan spiritual sehingga dapat mengeluarkan manusia dari kejahiliyahan (sistem yang kufur). Jika salah satu aspek menjadi lemah akan menghambat manusia untuk keluar dari kejahiliyahan.
- Tantangan pada manusia tidak hanya timbul dari dalam diri atau lingkungan, melainkan perlu diketahui mengenai potensi negatif/setan yang timbul. Potensi ini berupa menjauhkan diri dari kebenaran (kufur), sehingga perlu bagi manusia untuk berada pada jalan kebenaran Allah karena manusia sendiri akan menang jika berada pada jalan yang benar.
- Perjuangan masyarakat untuk lepas dari masyarakat jahiliyah modern merupakan suatu jihad yang wajib diperangi. Baik melalui cara-cara persuasif, bahkan dengan ofensif.
- Qutb juga menganggap Barat dengan simbol evil (kejahatan). Hal ini didasari oleh penjajah Barat yang sering menindas dan mendzolimi manusia sehingga perlu dilawan. Bagian ini merupakan simbol dari ketidakadilan.
- Solusi yang diberikan Qutb adalah open people’s eyes. Yakni kesadaran bagi umat muslim untuk mengetahui bahaya yang mengancam (nature of danger). Sehingga umat manusia dapat lepas dari kejahiliyahan modern.
- Namun disisi lain Qutb juga menawarkan pendekatan atau cara yang keras melalui jihad, hijrah, takfir.
Pada dasarnya pemikiran politik Qutb
menjadi menarik untuk disimak karena berbagai peristiwa telah mengkonstruksi
pemikiran dan pengetahuannya. Qutb juga banyak membawa pengaruh pada pemikiran
kelompok teroris Islam serta konsep near enemy (level domestik) dan far enemy
(level internasional) yang diimplementasikan jaringan Al Qaeda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar