Sabtu, 23 Mei 2015

Bahan Baku Pakan sebagai Mata Uang Baru Budidaya Perikanan


 Pentingnya aspek perikanan dan kelautan yang dimiliki oleh Indonesia merupakan salah satu manifestasi bagi pemasukan ekonomi negara. Dimana peluang dalam mengembangkan dan memajukan produksi perikanan dapat memberikan kontribusi langsung bagi peningkatan kemajuan budidaya perikanan. Disisi lain, keberhasilan produksi budidaya perikanan tidak hanya ditentukan oleh para pengusaha maupun nelayan, melainkan lembaga terkait yakni Pemerintah yang dinaungi oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP). Visi dan misi kementerian ini pada dasarnya berupaya untuk memajukan potensi perikanan dan kelautan Indonesia dalam level domestik.

Terpilihnya Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan era Jokowi telah membawa angin segar bagi produksi budidaya perikanan. Data dari KPP menunjukkan bahwa produksi budidaya perikanan tahun 2014 baik dari rumput laut dan ikan/udang adalah sebesar 14,52 ton. Adapun target produksi tahun 2015 yang telah ditetapkan sebesar 17,9 juta ton, terdiri dari ikan 7,6 juta ton dan rumput laut basah 10,3 juta ton. Kebutuhan pakan ikan/udang untuk memenuhi target produksi tahun 2015 adalah sebesar 8,728 juta ton.1 Dimana 60 % merupakan kebutuhan pakan ikan air tawar seperti ikan mas, nila, gurame, patin, dan lele.2 Rencana Pemerintah untuk meningkatkan produksi perikanan juga sebagai bentuk dorongan terhadap kemajuan perikanan dan kelautan Indonesia. Hal ini disebabkan peningkatan produksi budidaya perikanan yang tidak lepas dari kebutuhan pakan ikan untuk meningkatkan kualitas jenis ikan/udang.

Untuk menyukseskan tujuan ini, Pemerintah telah mencanangkan berbagai sosialisasi Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) sebagai upaya untuk mendorong peningkatan produksi budidaya perikanan dengan memenuhi kebutuhan komponen produksi. KKP telah membuat tujuh program unggulan 2015-2019 untuk mencapai perikanan budidaya tangguh dan mandiri, antara lain pengembangan pakan ikan mandiri untuk menekan biaya hingga kurang dari 60 persen.3 Pakan ikan/udang menjadi komponen produksi utama yang menentukan keberhasilan produksi budidaya perikanan.4 Sebagai faktor penting pengembangan perikanan, pakan merupakan salah satu hal yang menentukan keberhasilan dalam produksi. Kebutuhan pakan berpengaruh pada pemenuhan target produksi perikanan nasional dan peningkatan kesejahteraan pembudidaya ikan. Sehingga kebutuhan terhadap pakan ikan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pengusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi perikanan yang berkelanjutan. 
 
Pada dasarnya tingginya harga pakan di pasaran melatar belakangi Pemerintah membuat program GERPARI. Untuk memenuhi kebutuhan pakan nasional yang masih mengandalkan bahan baku impor, maka Pemerintah berupaya mendorong penurunan harga pakan untuk memenuhi kebutuhan pakan lokal. Langkah ini cukup penting dan strategis sehingga dapat menekan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku pakan ikan sekaligus menguatkan penggunaan bahan baku lokal. Jika harga pakan tergolong masih tinggi dan cenderung menimbulkan kerugian di kalangan industri perikanan, maka akan melemahkan usaha pembudidaya untuk mengembangkan usaha. Penurunan harga pakan akan mendorong peningkatan investasi dan mendorong peningkatan produksi sekaligus akan meningkatkan produksi pakan ikan itu sendiri.5

Salah satu perusahaan akuakultur terintegrasi adalah Perusahaan Central Proteinaprima Tbk yang dikenal sebagai pemimpin pasar di Indonesia dalam produksi benur, pakan udang dan pakan ikan. Sampai kuartal pertama tahun 2013, produksi pakan ikan CP Prima mencapai 100.000 ton, sedangkan produksi pakan udang sebesar 30.000 ton.6 Keberhasilan dalam industri perikanan di Indonesia membuat CP Prima terus menaikkan produksi pakan ikannya. Bahkan upaya Pemerintah dengan membentuk GERPARI membuat CP Prima ikut serta berkontribusi terhadap program Pemerintah. PT CP Prima, produsen pakan ikan, memproduksi pakan ikan baru guna mewujudkan upaya Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menekan biaya produksi perikanan budidaya.7


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMg1Hwp8BgFw_2lJh-Zs2y1iK1DfQoi2Qd8P6dhCE6eTS26NB15Ma0gfQcOQQSlDezlF8d2bXhn19O7zry2TC-kgH9mZSWv2T653eiE8F0aPnmsXr16jhlCMtp-GkuszkZK29yR1p-pzY/s200/IMG00050-20120123-0928.jpg
 

Klasifikasi pakan ikan tergolong bermacam-macam, yakni level menengah dan atas. Sedangkan untuk menurunkan harga pakan ikan, sehingga CP Prima mengembangkan jenis pakan ikan murah yang menyasar pembudidaya kelas menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan produksi ikan. Pakan ikan ini memiliki kadar protein sebesar 27%-28% atau lebih rendah dibanding pakan ikan premium yang biasa dibuat pabrik dengan kadar protein 32%-34%.8 Dengan demikian, harga pakan ikan bisa lebih murah sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan para pembudidaya ikan. Adanya pakan ikan murah membuktikan bahwa para pelaku usaha telah berupaya secara kreatif dan inovatif untuk memproduksi pakan dengan kualitas yang tidak kalah dengan pakan impor dan level harga yang lebih terjangkau. Oleh karena itu dengan adanya GERPARI, maka tingginya target produksi budidaya perikanan tahun 2015 diiringi dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan baku pakan ikan yang berkelanjutan.

1 Antara News, 20 Februari 2015, Kemandirian Pakan Dorong Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya, diakses dalam http://www.antaranews.com/berita/481124/kemandirian-pakan-dorong-peningkatan-produksi-perikanan-budidaya

2 Giras Pasopati, CNN Indonesia, Pakan Ikan Didominasi Impor, Menteri Susi Luncurkan GERPARI tanggal 21 Pebruari 2015, diakses dalam http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150220143946-92-33625/pakan-ikan-didominasi-impor-menteri-susi-luncurkan-gerpari/

3 Satya Festiani, Republika Online, Susi Dorong Penurunan Harga Pakan Ikan, 20 Pebruari 2015, diakses dalam http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/02/20/nk26iu-susi-dorong-penurunan-harga-pakan-ikan

4 Ibid.

5 Ibid.

6 Handoyo, Kontan, CP Prima Genjot Produksi Ikan, diakses dalam http://industri.kontan.co.id/news/cp-prima-genjot-produksi-pakan-ikan

7 Industri Bisnis, 17 Maret 2015, CP Prima Produksi Pakan Ikan Murah, diakses dalam http://industri.bisnis.com/read/20150317/99/412477/cp-prima-produksi-pakan-ikan-murah

8 Ibid.

Senin, 18 Mei 2015

Gerakan Nasional Cinta Ikan dari Ocean Based Development terhadap Perkembangan Budidaya Perikanan

Potensi kelautan Indonesia sangat luar biasa didorong oleh heterogenitas sumber daya alam dan letak wilayah yang cukup strategis. Sebagai negara kepulauan yang dibatasi oleh laut yang cukup luas, manifestasi aspek kelautan maupun daratan merupakan ladang strategis bagi Indonesia untuk memajukan pembangunan nasional. Namun minimnya pengembangan kekayaan laut telah membuat Indonesia hanya berfokus pada pembangunan daratan tanpa mengeskplorasi aset kelautan Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 13.487 pulau dan 75 persen wilayahnya berupa laut, platform pembangunannya sejak masa kolonialisme sampai sekarang berorientasi pada daratan (land based development).i

Pembangunan wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, laut maupun pantai yang tersebar di kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke belum menunjukkan potensi yang maksimal dan optimal. Sehingga potensi kelautan untuk ikut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia masih berjalan ditempat. Padahal jika pembangunan hanya ditopang oleh pembangunan ekonomi di daratan tanpa memanfaatkan kelautan dan perikanan akan berdampak pada ketimpangan pembangunan karena tidak dilakukan di semua sisi. Indonesia sudah seharusnya belajar kelautan dari negara Cina yang sukses berkat pengembangan potensi kelautan yang cukup pesat dan maju.

Menurut Zhu Rongji (2006) bahwa Cina menerapkan strategi pembangunan wilayah semacam “membakar obat nyamuk” (berawal dari pinggir/laut menuju ke tengah/darat) inilah yang membuat ekonomi Cina sangan efisien dan kompetitif.ii Pembangunan infrastruktur dan industrialisasi dibangun untuk menguatkan faktor kelautan dan perikanan sehingga dapat mempermudah proses pengembangan ekonomi. Pelabuhan laut kelas dunia, industri galangan kapal, elektronik, otomotif, IT, perikanan tangkap, budidaya laut, bioteknologi kelautan, dan beragam industri lainnya dibangun di sepanjang wilayah pesisir.iii

Pembangunan yang berkelanjutan tersebut akan menghasilkan korelasi pengembangan infrastruktur mulai dari pesisir dan lautan yang didorong oleh infrastruktur dan sarana perhubungan yang sangat memadai. Keberhasilan Cina dalam memajukan kelautan dan perikanan menjadi cermin bagi Indonesia bahwa pentingnya aspek kelautan dan perikanan bagi pengembangan ekonomi masyarakat Indonesia. Perlu adanya koordinasi yang saling berintegrasi antara Pemerintah, Masyarakat, Pengusaha, maupun Nelayan untuk terus mengembangkan sektor perikanan Indonesia sehingga dapat mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain sudah berkemajuan dalam aspek ini. 

http://cdn.kaskus.com/images/2013/10/31/5491355_20131031015823.jpg
 
Salah satunya tujuan memajukan budidaya perikanan Indonesia dengan menggalakkan Gerakan Nasional Cinta Ikan. Dimana melalui program ini akan berpengaruh pada peningkatan jumlah konsumsi jenis ikan maupun udang oleh masyarakat yang akan mendorong pada permintaan ikan yang akan meningkat. Hal ini dapat menyumbang kontribusi masyarakat Indonesia bahwa pentingnya memajukan potensi perikanan Indonesia di mulai dari hal yang kecil yakni kebutuhan mengkonsumsi ikan. Kurangnya minat masyarakat terhadap ikan pada dasarnya berdampak pada stok perikanan di Indonesia cenderung kurang meningkat dibandingkan konsumsi berbagai jenis daging.

Selain itu, Gerakan Nasional Cinta Ikan tidak hanya bergantung konsumsi ikan yang berpengaruh pada permintaan di bidang perikanan, namun Pemerintah juga ikut menaungi kebutuhan para nelayan untuk mendapatkan potensi hasil tangkapan yang lebih besar. Misalnya kebutuhan Kapal Ikan Besar untuk menunjang nelayan dapat memperluas daerah pencarian ikan menggunakan perahu ukuran besar agar menjangkau wilayah laut dalam. Perhatian Pemerintah untuk memberikan kesejahteraan kepada nelayan sudah sepatutnya dilakukan sebagai implementasi untuk memajukan budidaya perikanan di Indonesia.

Peran Multi National Corporation (MNC) dalam memajukan perikanan dan kelautan juga berdampak besar bagi kemajuan pembangunan nasional Indonesia. Misalnya CP Prima yang merupakan produsen dan pengolah udang terbesar berdampak positif pada pengembangan potensi budidaya perikanan juga sekaligus menunjang keberadaan dan kemajuan perkembangan kelautan dan perikanan Indonesia. Minat yang tinggi dari masyarakat melalui sosialisasi Gerakan Nasional Cinta Ikan juga dapat berpengaruh pada tingginya permintaan masyarakat terhadap perikanan termasuk udang. Sehingga kemajuan perikanan budidaya perikanan dapat dicapai oleh Indonesia sebagai bentuk dari manifestasi Indonesia terhadap Sumber Daya Alam.
i Rokhmin Dahuri, Belajar Membangun Kelautan dari Cina, Harian Seputar Indonesia 15 Januari 2013, diakses dalam http://www.dkp.sulteng.go.id/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=152:belajar-membangun-kelautan-dari-china&catid=29:opini&Itemid=53

ii Ibid.

iii Ibid.

Manifestasi Tambak terhadap Kemajuan Budidaya Perikanan


    http://www.gfdl.noaa.gov/pix/news/stock_large_marine_eco_1000.jpgPotensi kelautan dan perikanan memiliki peluang yang cukup besar bagi perkembangan strategi pembangunan nasional. Indonesia sebagai negara kepulauan yang dikelilingi oleh pulau-pulau dan hamparan laut dari Sabang sampai Merauke memiliki Sumber Daya Alam yang luar biasa. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan dan eksploitasi yang tepat sehingga akan berdampak pada program pemanfaatan yang sesuai dengan tujuan, maupun visi misi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemanfaatan dan pengembangan potensi sumber daya perairan pantai dan laut menjadi paradigma baru di pembangunan masa sekarang yang harus dilaksanakan secara rasional dan berkelanjutan.i

Dalam UU No. 31 Tahun 2004 menyebutkan bahwa pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan serta memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol. Menurut UU tersebut bahwa kegiatan budidaya dapat dilakukan dikolam/empang, tambak, karamba, maupun karamba apung yang menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Pengembangan perikanan dan kelautan dapat menopang pembangunan ekonomi secara keseluruhan dengan tidak hanya mengandalkan pembangunan ekonomi di daratan. Adanya potensi sumber daya laut dan pantai yang masih cukup besar peluangnya untuk pengembangan eksplotasi di bidang perikanan baik penangkapan maupun usaha budidaya ikan khususnya dilakukan melalui budidaya tambak.ii

Sumber daya ikan tersebut terdapat di perairan laut, perairan umum, tambak dan kolam yang mendukung peningkatan usaha budidaya.iii Indonesia dengan didukung oleh letak geografis, iklim tropis, garis pantai yang panjang dan area luas sangat cocok untuk pengembangan aneka jenis tambak. Tambak sebagai pengembangan budidaya perikanan yang cukup strategis dapat berkontribusi pada pengolahan dan penangkapan ikan dalam jumlah besar. Tambak yang berupa kolam buatan budidaya pembesaran sekaligus pemeliharaan jenis ikan atau udang dalam suatu wadah yang berupa petak-petak kondisi lingkungan tertentu biasanya terdapat di daerah pantai yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai sarana budidaya perairan (akuakultur). Misalnya perkembangan tambak yang dimanfaatkan sebagai salah satu penopang ekonomi Kota Gresik Jawa Timur. Dimana sebagai kota yang berdekatan dengan laut dan pantai, Gresik telah membuktikan bahwa tambak memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi Gresik.

data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxQTEhUUExQWFRQVGBcbGBgYGBgdGhgdHBwYHBgcHBwaHSggHBolHBcXITEiJSkrLi4uFx8zODMsNygtLisBCgoKDg0OGhAQGzAkHyQsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLCwsLP/AABEIAKgBLAMBIgACEQEDEQH/xAAbAAACAwEBAQAAAAAAAAAAAAAEBQIDBgABB//EAEoQAAECAwQFCQMIBwcFAQAAAAECEQADIQQSMUEFIlFhcQYTMoGRobHB0UJS8BQjU3KCktLhFTNUYpOi0xYkQ4OywvE0Y3Oj4kT/xAAZAQADAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAX/xAAvEQACAgEDAgMIAQUBAAAAAAAAAQIRIQMSMUFRE2FxBCIygaGxweGRQoLR8PEz/9oADAMBAAIRAxEAPwA8cnlM5mN9lXpF0rQ0p2VO6gCPKLUaQsstZQSygHLhBIpvzaBLNyolJWoKQCgnUIQgKbeBHU2jw6QwOiJSavNVwQT30guVYZYFE3vrXR2kkmEczlWsLUOZQADShBbeHxwjydp+etOqLoNRcdzsZzDyOkOxowEuTLGNLwpuxEcZNnSNZQLMC0wd4SCYy8iyzSS94bze72BhhZrCkgFUwu7tdV4tBT7AvQaKtNlaiSTXNT97CKF2mWTqSuBJUX6hHqESk1KSTvK3/wBMGybSnogpHFRA70Qbe46sBRYpijhdB3EjuDwRL0cQNYqVnRKvOL58xAZwOIVh/JEJkxNCnm2zvKQ/g8Ukg2xRI2MbFDiD5x3yUbVN48CHiKFI94B8hMlN2FMTQEZM/GT6QbUPaj1UpOxfd6R4JQd9YHbeHpELTPlo6QDkU/Vn/SIWzrYS1bm0BmHxtiG4IHSGC7SwN1SgfrHyEUyrasH9Yp/rGnfC0TcAHfPdtzjQ6FsCektScKC8gPvN4/8AMTyTFOTC5Gj5i03lTFBWWs/iYJ/Rxo85VN//ANQQgy/3fvSvWLEKRk33pfrCZ0qCBvkJoBPXuAJ8lRybAoik5f3oLpeQQPabFJGewvELAomWmhNAMU5ZdJ/CEWoxso+QK+nV94wFpDnpdRNURgKu/pDdZIrdYO2KR/vjyZIvAgpKgeH9SGgcE+DLq0vOwvqPA+Yi+RbFrH61T5hz5RDSmilSySzJy29xMKxLKSAQUkM2L7uEO0jne6LyO1KmCnPKrvVFU2ZMynTDucwFI0prEKrtqug6lCGEpSVu14tsvf1HjSLiwtMH5+b9LMpvPrHk22TG/XrgnmRne/n/ABxPnFkllLO4A07FxVIVC2baZ3szFn7XrA67bMIrMXvqcO2Gi5kwCpUB9o/74XzbVe/f2uD+OJaRLQKi3KNBNWmuZNduceieS455RO5RiU+zuP1ZS+xP/wBwLPsJULqAQctUO/EKh7fImi1SFY86s094xUuURitQ262MC8zPlNQkDBlEjsiA0nMTVQ3Zitd8JyXVC2l8ySTUTFPvP5wNNs626RUd6vKJTdNpAqiuyvmY6XbkqFGSTkSAYacGG0DmWZYFQ/1ThEStGctY4rH4YYIVrEEh9gUk0iuZZq+z/L6weGgoVStGzlV5s7ywhnZtDqI1gsZME5cRBiZ8whgu9wlpV23S0WzJy0XSpcpJJLXgQcHqyuMZ1EqiuXoaTQkTASa6prns+Hgk2CWEsJk3EeypqZ4QNMtigWBlqfMJU3aVecF2S2TyAwGQdKLu3Mv3RYYPFSalp80OX9oN3PBYon/qJqmAfMH72PfEVaPtJLqIIHvEnvfygqzSpyP8KVxJUT4wOikmC2W1kms1Q2OMB92LpslKmPygDdd823waJ87Ay5RPEj47YHmy559g1w1iOzUicPgqu5Uhak6qbSG+qG7xHpvF3tCK/Uj2eFy03lymAqXm+kuE2kuUayr5sJQgBjRKgakPeKRs7omTUQdIY22euUm9z0tbsGSEE78oXz9LKWgh3FH1QDXgPPKArLa0rfnReAZiS1OOVWwjxkIJBZRVUD3RTHaW8I5pa6cqIbJKtZugqSWdhQDLFs+MW2eQshRYYuXOG/d+cUSLReVdSkkqJxbe7PQB40miNAc5r82GFHJu3trUw6ouD7oIx3YPNA6NMw3pi0yxXEpOPWKRpU2NOHOySN6EHafeguzrUgMJQAyF8U7REvlSqfNv9tMapHVCEUqBBYB9JZ/4SfxxNOjk5rs54yh+OCefV9DX6yI4zjnJ70esGS9sQeVZrikEKlHWZkIumoOd87InZpCi7KlABSgykOoVOJvR5OU6peoUMsVdPYGMey1suYOaMxlO+pmB7xG+Jd2ONIn8hURjJP8Aln8ceGxr2yOuWfxRO+P2c/8Aq/FEecT+zq7JX4oKZVROXYVEMeYbchQ/3RmNK6IMk3tUg1FSBT2anZ4Rpzc/Zz92X+KIzJaDTmFZYCWPBUUiJQjJGAmyZiarSGxooXk41odhyeBPlKUki9UbThvwr1w55R6HKAVS0rSBheIbhQkAVPnGSsnOhdaDYcD5dcZTVZRxTjTNJK0ulIqiURRtUuGGJZT1g6yuu8ZciUQ4c62YBo6sIzyZqalykpNdrihcDYW744z7pAYKB9o9Htf4eJj7Sk6kCfc1PyNahSzyWOwk02uFVgOfoyYRqyZYz1Xzf96ALDbbPdAmS9Y4FIFcqORF6J1mYNIUfsj1MdUJKSx/v1KpMolaOnVBQlqMWr2jEROaGoZUocUqDd8d8qkfsyuweoiZnWcg/MTPupz2Mrxi0vUTVFEyzKVgiU37oB89/dFCrLNKim6gADBmHHGOt3Nq6MuaGZtVP4oDSoivM3ndgQB3g4Q6ZJ03QyyHZIfjTvgaZoeYmoUmlO7KGBtdmBZclQ2t6losE+zEFrPMFaG6C429KI2wk+BmUmoWmt1sQ4r2NHSNJqSD84A5disecaebMkEUkTH+qPxQKbZZxT5NN+6n1hrRiniwKZdtmPqzFKrgK8HIDCCrPoSZMVfVql3ckqVsz4wLIXbEjVTL6kDyVBkm3W4vqoPFJHgvCGxBCtBzEn/qHO8J8w0GokWpI/6kDgmW/UyYAlWq2/RSj9lf44IGkrWC3Moq5xWBuetfyiXv6UWtvUJQLWkj+8OWo6Ek/wCmCEItgdXOo6wl+y68BDS9qxNnQ+4r6xjnSKzy2N8y1SUulifnC1cW1MfWM5trMkirXSxkqba0C8pcsB2DgDJgMMd0AWrlHOQpSSULUE4JTUdb0MZnSWmjOmKJUQklwCp23B6DDZHii6rpClBWAfBtresck/aX/SiW2FW3TM2Zqzgq6AAkFRZhi9XJqMTmYplyrziUGSfZcHOpcimPGnVFMizByVC6KVc9z/mKwTLlqvqKSQgAMDRz4N6Rk9Z1yG5UA6Rs6pawE62GG1q9X5QwsCFpSNQhNCVBQCiScE1ZhWhPhA5UopUkub2d0ApFGPrGq0ZYCqVzaJV5NCpyKPVkuaHzphGmnrSdJIS5JaA0TNnKqrUFBewFSWwBVia7hGxlyJqGCVSktTBTFvtbIDlWpSWSmzrF0Cl+UTx6WbHsgoaQWpyZEwfalfjjup9ToW2ghKJxxMo8L4I66tHpE/8A7P3lfhgWTpA5SJtSc5fmuJjSSv2eb2yvxwZKW0vUm0Y3ZR+2tv8ARHn949yV99X4Iq/Si/oJ3/r/AKkROmC93mZrs7fNuzs7X8MIKYe6RnKmEoExKAm+MFE+KQ0Wy1LE+YmWlJN1JIKikdTJL5wLarbfKEmUtOsDrhIHUQTWLbXakyJwmEFihiEhz2RM3kItWHK+UfRyv4qv6cejnx7Er+Ir+nAY5USmoic/1IkrlJJPszdvQPrE+92Nrh3Cfnvcl/xD/TjwKn5y0H/NP9OBlcpZOyZ/DVFZ5USvdmn/ACzWCpdguHcuttnmzElPNoH+b6ojEac0GuWCpSUkDBLqI7Qx6t0bD+08nZN/hK8hFFp5R2ZVCmap8fmlekFS7GU46bzZ8xtUwJmkBQerKSgpRXY5J4x7KSFJUJiiLx6mPgQfGH2lRLUo83fu1xQRdfFqY0G47oQaQAACVOQXIyDbRv4xz+0fFdUc7o9shQFISqgvHXSk3wMGDm7jXovQxfI0vzU1pRWpLh0qIq2NAkM9cqQnkXCDrkl6EYjYaxOaLwpdfALBY8Cw2+GUZePX+RdDaSNPJm4SRezF8PTHAYRcjSC2/UHH3hT+V4wthQEllhSVDAih41oX2g7IeWblWpDpWyyzi877uI7I6Ie1QeJCUmPFaQmA1s4Yke2XbPKJG2zT/wDnLfWp/pePBp6TdSXUaYhCrpOGUUTNPyVCqlhq0lL6qFBjqjNPMVZV3ywe1ylrDGQA/wC8a9V2FUyxz0klAKOCj1ZQ4HKOSDUq482tm7MeqLZnKGzPgs8ELbuHhF7rw0S4ruJf0rOl0mSwrfUHtFO6Jf2mB9gDrH4DBU7TdnIF4qJ+pMHkWhZOn2Ql3WPsL/DD2dhGwCZilE84gJyuHAZYg+IglFiB/wARZO1007RGF/s3dqbiHYVUp+GNYr/RgSpudTUP+tWmmL4vHK4pctBuPoE1QljEKocWqaM5AYQut+m5UpJVq38AKEEhn6NcTga0j5varYpygTFLCXPSVdpsK1Vy8oFnzXBqXOs9WDVPGMnqVwXtbNQvljNWTVEqUaBRBDYdHEkl8h6whtJvLfnAbxIJrsyarxbLuNcWkKvFrrgB6bNb7oeKfkYC2TqqSWUVYjaANtMPWFqTiopvJVJIokytdLulqt0j3PDWbaQkuaq2FOGy9ueB51plpQQgG9QXrynJ6qY5eMSs9rlJaZMS7B9jl2ZTuTV3ADseuOWvEoW2zQaO0aZwlLXcvKHzcpCgVKoSHD0FCTwMQtVjmJdwpJl0IU4UxZgHocq7xtEJdAaUJWZqUFCpYdxQgF2SCat0sN+ENrNOm2lRK13mUDVyzhnHUG/5jpejBNadW/IGqwMNC6MKzcBBcu71Z3xYEcI31jlJlICE0AA7Yy9hsNoQ9wlKTsSj/cCe+CRZrSVOZtQMbsqj41aOuGhtEsGmC4lLmh6jwY+cI02a0/SDrCPIR5LkWlX+IBsZKatjjvMU4lqx6FV9lut+6PFMRml88+/zhSLNaW/WjrQmnfHIk2n6RJ+wPJULaPI3UoDCPBNhQqVaR7aD9j/6ipYtIN7VJw6JoC3/AHG2Q9oZGGlJvQOxXbFWmZigsOAWS9DjjuhVOnznSVtRQACUh3OPtYdcM+UKjdSUmrFuOTxjqvbn0BPDDbKhK0JJkoBLOSAOODl+MWTZUurpQgUY6tduIpCiV8tCQSqQzVZKj2Vi60yLQpnNnPVNp3iNsF35DBFjltW6d92X5JiM2wyyaJA6h6QnNhn7LP2TPWJGRaQGAkfzjyg+Yr8hhabLKQCq67NQJSSz1LBLlhsiS9HyfdTCeZJtRDFMhh+8vrygZdmteyVXO+qndC56ibDrZZZABCVJcYpd/wDj468fpixJW4Ac1Zno1HGzGH6LFaU4JkF6uVKxzyjxWj7UpJ1JFMhMLnawIgkk+pDyfOxImS1hCZd68KHB8dpoWekQl2SamaQlN+8aFNd5dn7fgaTSdhWlJUpGuHICVU2ioqDjv2QFonSQQVTJyUBak6oJUhRLjWcHEONXPHKMPDhe2sv+Bxzhla7CSklCr8s9JJcqSc2L08KQCqSqU5NxST7Taw2AjIwytc/nBeM486UKcplpabdNSVJAF5i1N3WiVaABdmbAyWqxqHvB3bdHHraGyWOH0CUFeC75etJYKLFwGdttY0mi9LS7oE0VHtjvp8d0ZW0WGYlmCirpJVhWueAp5xVo+TNvhMycZbA4uxJw1iCAOLh2i9DD911+QWmmfUJUiXMDouKSWLh2bri5NgRmAODRibPo60yHmGYUgF7qlXn2MEuWA2wWnlUopBCEE56zMO+O7xqdSZL032NSqyIegrlSkefIU+6OwRmJfKiaOjJBB2LP4Y9HKe0fQj+Ir8MapTatMjADyvt8s7VKThdVq5O5NDnhGSs9pWpjdLDAuPgxeLOeksFRxGzuzeLJc0qIAoDsGDYx5Opqp55ZrFUiyUCelj7IBqYtTZ0JYnEYAkkAcdm4U8x5tql4OCo4e9sI3Y47somFhIBnLZgNUBt4c/GEc9yfLCmXWMhWtcKrrkXnIyq2O2Kp88TbyUpN8lyUhmrtwGdYvsto58qTLUAACVUwSM6YxOyy2QUoIBKnUSoVocQ+7dA3WWLCZOx2MS0kKF9ZLuHAFPXEjGmyCDYiVgBBKlZvvGTwPNWpJu3nUugbADtfbh6RLRky8SxUokmuAGVK4Y1Bh+9Kms2Xqba9zPmH2ezGcebuEXVEPiC1DrZiNhonRCRdSHASBrO181pQuw84H0NZkB7yg7axvDsFaCH9lUhPRKe0eseto6C015ma8i+UCAEpNEsNppveI33JBfV2tV8D49kcZrjpDH3h61j1UwOAVpc4OoOY1ZVNkpdoB3Y0IIwxx4xO/XAcXr2dkVKYe2j7w4xYhD4FJ4KESKmWJXFnOQKgEk4MGq9N/Bt8SYs4Dvg1XgqwphAlihFNtOzGJXzx64GCjmk/G6paL5c18iG+KReaNIi3SwUzjVx2E5RDSq1FMugwLFx+7t+MYG5RWgMHyvbN2JNMoLtygqVLU9KVOwjNuAjg1PjnfZfQl1bGciY6U7wPCJLMC2deqnYwg6YuWUDX1q+ycdhLMI6dyZolYOuYzUJc9m+OK4qvREqhklpXEZk/3gOIofQxUVxSuW5CquARiWq2IwJpjxgFbDVsUukVGNRuy+MewYqiUuY0UlJ+GgE8gelZV9BGDxkNK6HwC6A1CwO47/h43Bs6js+8keJiq3WRkgLKDefVCgTTOlBjtiZU+v6Jp8nzafZlJKZZmABIaUCFDB3GNSTC20WAlSRMWLoNaMobwTT1eNXpewqQQOkh3SfgGEKOcSu4WKPeUzncXOO/dHn+0T1Iz3Yv7+aJ3Su0SVajJZEzWCg6C7hQHuuO3ZAsySiYl2dL0IJCk1LkEdWL4ZQy0gb8u6Uh2LKYEpoQKhqB8YSJkrSQ6nABvKDOANowbNx3RjHWi1ug/kVCeA/TU21c2xmrWhb6+Z3FqHfCWySDcUCrGjvQUF6jd4OeEOpdoeWda6knVSCMWLEY1aPbXYpExN6SoylpFQagnMkDAUdw3SFI3h7RfNX5mynimUaO0vzSRrAcS4Lbs+oiHcvSstnZQfJOHVUU6oxa7OkMFXQoZO/5RbMmgs61CmDEtuBjePtL70EoRn+gaQVXbylM+QLl+p4ZSFrJBSUgEszio2Uw2Dr3QLKQJgUtYBFcaAZ7KxCfbAGlyUkmodNVHMs24PHI47nSQbXJ4C0qQkkhCSobS7cfLgIjLkpWgqVrJfojFhiSQMKij5xbN0ZdWZIUnnCzqAFwFqh/aVUNAFlVeQoCqEKLuCyr2B7U/wA0avT2orFYYylISkXZDKOasDwLEh4miUsqAurUo4JCk+CQ/wAViqUhSgR0GCSSUqzIThxLPDqxWUSyOaN5ahdJTrEknopZwomlaxMNPe7n/wBMGjtGaNCSrnCVTFUZNTU0SkgdLEU24xs7PyEF0LmulX0eCQOIV2u0G8ltDJsyeema06oABcSnxYnFe1XUM39tk5RJUXc1rX/jKPQ04tA5JIDTyTkEsUoGJ6T+Ci0QPJyy5g9X5LiwTImlZOEabpdzK0Djk9ZfdUftEf7jFv6Gs/uL/iK9YJCCMaePZEkTADg/H8oe5jsB/QFmdwlTv7x2Ni774uGiJGDLbZzi/WGsydKI1QpJzoluwB93VAyg2w7wYFJjYNZ9FyUAhPOMS5HOLA7EkDtiv9ASXUfnBeFRfU2Xpm4gwkey8epXDTYWDo5NylKTrzED/wAis+0n8opRoVCSdec4JY86rB6Gm3GD1zaxWVwbmDkK7RoxCFPeUq976nzG3jDXTaWs6Lpu3Sghxlgx7dmUB6RmEJTgxLFw9CztvpDO160lj7o8oynFO13LixRZdDS599ZUoKJL3VMMiMoaWbkykdFc0PsWqO5NXSlZBF0XSpqdKgbrSeyGspTnFzsERDEV6IuMRYnQGtdTPmXgHAK97UJEeK0ItLvPmdUxJ8oOnzS/hFaBeeG9R2NtdBcdFlP+LN7UN/piCrAr6aZ1XB4IhiTu748AfKJeqyMi1ViWzc/MbY0r8ELlaEWpr05YILOlg4cscKGvCNFzO2g2n4eJL0csC8xY1BHxSJ3t8hUqMzM0Eomlpmim0eQEQ/stMm6iJ81asWcYZ+MPloMdZ7UqWp0ljug919COuTM6S5PzCUp5+YbpqFEFmpsxhPpfQxQq8WJOCxqudigKAx9Dtk7ntegXnv3wrtCAQQoODkYHCEviQnh4Pm1pmTA7KF2gNavrEMM6JOUUWe0urAjOmQ8D+UPdMaNuBlB5ZwVmncSO4wjmqSo3QkMA1TVq027+oxx6ulHT6fPoarY1dC22Jly1XUTCp3vKqKk5PXCkEpmskXajcB1vk1ICVIQmYxBNWbZvJ29kEaoYXiGcsSS2G3LPqg1M8GjSKZpCnUSO0V6m6sYsUpJ/NLwPOlYMcCbzvXzd3zgb5SoUoNwct1g4w9topRfQYTZhmUFEpDmlAKA0apwhzY7BdQOaKgCUFSmF6ZkwBwG7fnBBmykyxJlXQRgCKvt1s4U6QGsxmBZGONDHbDTTXJlulJVwiy3rnUTUh32m83SKnxDJDinHGKZs9bBJN5QDMQCGHsgniIHtekRJF17y8wKhA3/vfHFhJsV0ImrCxeU6SoAt0aJBUXOsMW6miNfRikq5KUWlngPlyky0kOrAX1uoJNCwSDiKmrZdmh5OSZslSVqQQsuA9SgK9qpe8Q2NQDvivk/ZUIWJtoQVFNZUo0rVlzMwzBk16s9RY5KlEzlggFRNKOScvjKNIRccy5f08kYSneCy1zWSxUSrBnqOMBJnHbFFrtd9ZL8OGUVCZGyMHIPRND9Ed8Fo0mu5ceg3B22PieuFIXEwuFQ1NoPvvgrt+GjxUpeQft9IDSuCBbl3CgLWEnEAkd4qOqDJSkupO8BticqbAipjl49SqGKwici8GciqS6SxoXx2FosK+vGKAvKOUsdkMosK48vxSpUeXoRNkLeoar4Z7oLNn+ZLKV0XyOQ3bstphfbbQUs2YqxOGeHVDSzF5QH7rdzRLVSb9PyaxI6E6M5h7hwydQ8+6GUlbGmEI9C21SjdNCpBBDvgQoVwLAd0MEzI5ot1nu/oy1IbW2S4C05hyM6YnvEApmQdYUKUmlQNmW8b6VGb9kbToxTXkitXAFOI9IbV5NHG8oG57aHi2VbCkuksGa6QCl3e9g79bboXlcR5yIyZqTQVOlqXgQ+6kepkTUjBTbgfKBeciZta2Kb6mLghyzZhodjtdQ5KU3TzpUCaBmChvqMeMA2pSSaCj04RVPngs2QA7IHM2D0JlLoXYVSYqnd5iKVxBUzHZlFozYJbpboUNo2R8+m2QpUbwIY4jEbwdlMI+hzVvCm26KSs1UpL4gZ+fVCecPgIS2swlq0ekAkqU4a6fInMVxyaFFos60pdsT19ecaS32ISlsCsoSQ9WUH3mnXCzSNnmEIWkXnDEgkuc1EYpfYaUjNwlF5drudcJAsizat68AW6Oeb7mwgNUiYa3m3P+UF2NK7wQVSwVYA4bwTlBa7GEljeScwCw8O+LWnqdjRSaYnF5KkqWCQCCaPgeLRqZtpRMEyeJS5Q5sGWAEayryknDDone/GqckFmWABVRPgCKwbJQEEzElRSAEkOGF4KyNcAqrZVxgepGL9yxbsZQDojRSnvrQSXoFYcVE414xsdELs6JqV2hV8AkpQxKUqprKainamxuEA2OzGcylpuywNVNdbed3jDeVo1BoJST9kRtt6y5OfU1bkbGfpzRs4oX8oMmajO4og8XTWucL7Vpq+m6q3S1pTg95JPF0uTTM5wCnkeopv/ACdJGdEuOI+MIBmaDlp6UpI6hDjGC6szlK+lDBM2V7VolJdmcqr/ACxeFyf2iST9Y07RCUaKk/Rp7I9GiZP0aY13RM0ojCfbkIUElY3kVgpU1AAPOIY4G8G7SzQgsmhkVMxKSSaAYJSKJA6q8SYLGipPuDvhbojajeBtLtMqhM6SBvmoDNxMTVaZYDmdJrsmJPhChWiJBBFwB4oTybs/u+HpBviG2I/VbJIxnSfviLJdqlY86gjaCk+cIE8nLP7nfFo0BIySRwJEPdEdRHotkqmsD1p9amJG2yRiUh39oAtk1Yz6uT8p3dYO29XtNY9/smmZUGavrJPbxg3Iqka2zW6xtVClncoMe+FxmXiSwDk0GQendGdXyUQkkXlg4EE14GIJ5MpBBExVCDnlwOMTce4pU8fgdaVS10CpZyNgYw20cr5pPCMmqy3VlJWpQIcXtZses4PGn0XMeUk4U8zCleb8vyOIPoueETk3qATGL4MQUnsd41Nv0ah3lzJan9m8kHqLsY+e6SvDneJZncAkl8c3GO2CZ2gk3Q06epTVJLJ36uPaY54aUrlTVW/w/wAlwaSaZqVBSKMpnBorYXFU8IhO0hMUekrEmhOe2vjGPPJ9v8RYf48ohM0KQKTltxjV6fmhbuxqioxEkxmZdlnJ6NomDfn24xP+9AuLSp9pQgnvFeMPw49xXE0dYioGM6Zlr/af/XLA7AmI89bC396P3EekHhx7hcTQlO+IS5yXIeo+HEZ9Votv7SCNhlSz4pgFdqtJmKQZiL6gCFc2hrtQQNWhBaorWDw10YUnwbAzEucSIibSnZ2xjlS7X9Mns/KJTF2shiuXxAIP8rRPhvuiKNzZ9OhH+DLUcnDtwhVbbUZi1LIAJOAwHw3fGRKLZ9IntVFZFr95H3l+ULw5eX8jdtVZobZZwtKg2MZe32FVnIIJKFbMuI2Ra9sHtD76oHVLtJd7isWCi4D7mitlpxlw/McV5iTStjJN5BUb90naN6QMsOyJWO3zynooWBQFRQ+32q5wfa5swF5ySXxWC/bCa1WqShRTdfeAnOuYiNN6kPda9GdUJNqqJyklQvzAyGICXIbYx3bIfaAsiQecmSwpADIlksC+KlUPUM8aMHWos6ppCjRHsjaNsP5ZoIUI7cvn7fsjU1Xwhoq1uGupAGwB+3GJSrQoVSSN4LQuSuLErjSzmofWTSU4JCOdKUOcS7Vc784fjR8hclKxa1XvaFDX6r6vfGGTNiaZkJor1Htos6RhNBPX6QMpDZg8DC4TYsTMhE0FOY69FAmxYkw7Ci0KiYVEUyCcATwEXfIpgSV3FBILEkMHh2FHoVHt+B70dfhAFX40PJ3SSZYKSkG8zk7E17YywXBEmfdB3wiotxdoP0tahMWVgNeLkQCVRQqZETMhieclNqmJKi+ITtbbv44w40Gv5lP2h3mE8lJVOYB3SXF289NjHg++GGgVfNN+8rvLjuIhuLW7+38lVgD0mi8qcHCSwNSa0TRsCd26HEue8sLIDqCcCWFPHFhxhTOCOemhb1lm6z9IAXfA9kFaMIMkVcgF3BpiwDA7B96NKpP5P6foaQciekJZSXBPA9Wzvi6waQkJWoTJfOIIF2gvA1cu9QQ3Z2qZ67oAJD9Xfv8ASBCuIkw3NGjttrs6qoSRxLfHVC5U1DHVH3j1Qsvx16FYm7ClTR7rViqYsbDFF+IlcLcSWqMVKOecRKomlOZwgsKKyqIFUNbPogrUhAOssOkODeADlsGLA4t1xRa9ErQplJUkb0h+wGAe3qLlKisricyUQW/LxiqYgiAKDtGWHnrwvhJSAQ5a9Wo7K9UN5PJJa1KSFVSsJOy6XZXDB+MZZM0pNMYY2LTS0Fwog7Xx2A7xkYMgAaVsSpZUiakjEEEY+RjBWuxsoug7mwbKPqVvt3yhNenv9r0Vuz3YRl58plHLjFqclwXCW0DsalvrgAZMX8hBwMDy1iCpExGYP3m8oyJeT0GPQuHmjJlkB+cdqPV/KL+UulrMtCJVll3EgkqJSxUWpWpYVpnDBGeSqLErgcRYmG2ASlcWoO2B5YwiYbbCAKTMEXyrUkey/Ev4NAaFJzftgqVPlh6LDhsRCEN7HyjMtmQmmGMdpjlPOtFy9dSEOwSMXDHpP2iuwiBrLa7MOkhRPEekO7JpLRw6Us95isFxb4sy5muXMdzkN+VGmZE1ctMmWEykJUMGLkgvTGgIrg71jPiZAS1WAoLiRVAoXHoXAFBJUYjzkVBcQUqEKi+yW/mpwU4AZj2gjrcCCuTcx0K+t5CFNllFU0gKbVcUc0LUGZrFnJu2rAWObBqzg09kvi+FOuNWnn0RptwOLPNQLcgLAIUkA1IobwyqakU4xboRAMubLmC6ZCiScMQSwf8A8efvQjt2kmtMu9JCQ4NSpyArAEK3nJ4uXpJRnWsYGZM1nACmQVBI3MKQZp+i+5VJIMJBFBXdwgVZaK0zsuqC7RKdAUGbbUflEcoigcLiYgO+0T50fBiBUWqVEpKbxaKSulWPk0EaPa+DeAYipLePlB1Cg2RY2ClEEswAqKnA02APjmIAtU0kl2qcg0aRXKVKpKuds/NzCrUQFA6oAF45glsxGStNqvElgIbKcaJyrStJCkqUkpwIJDdkMF8pp6gy1X+Ir2wiUuI85uYbyPjwhCdjKbpIqJJCa/ujxZ4FVOScUt9WndArvhWH1j5MldnM5S7nziUAFL9IoSC71qrY1MYASEyljb2iKgRnBulNEGSlRvhSkrulIGsKJLkXqB1NnVttKLLo+8tSb5F1aEEhILXrwUo6wZCSnHeMHh2G0HmzWDPTaI9M4HpMeMHjRSdUidfCsWRhVAqL/RZRUTkEE1hExNRhFJicaBAqLErj2OiB0TEyJhe+OjoGJkkzImJkdHQDSJBcTC46OgEeiZEhNjyOgAsC49C46OgA9C49vx0dAOiaVxMKjo6AD29EVKjo6BCDeStnE22CWoaqkKBrXLvy64H5ML6dGOq/Ye+kdHR16n/m/RFv4EQ5TBlylOwBIPan0MTWlAnz2UGuApugMro7zRnO9o6OjKL4XdP7oS4Kb8MLFPDMo/HbvOUdHRmuQBrZJKDuPHzEDX46OhSVMDucixM8ZikdHRIHqUp98A9bdojzmFF6EgZpqO2OjoBlSpJyilaGxpHR0BJKTMu4RuOTvKJV0hVQkKLEOKBx3tHR0CDjJi9PTkmcpaaXi9MjjTZCdSo6OhjRWoxHnI6OhjP/2Q==

Potensi tambak dalam perkembangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup memberikan dampak yang signifikan terutama kesempatan melakukan ekspor produk ke berbagai negara. Sehingga diharapkan melalui inisiasi Indonesia Bertambak dapat menyumbang kontribusi perusahaan untuk ikut mengembangkan dan memajukan Indonesia dikancah dunia internasional. Salah satu perusahaan tambak yang berkecimpung dalam industri perikanan dan kelautan adalah Perusahaan Central Proteinaprima Tbk yang mewadahi kegiatan tambak dengan memanfaatkan ekspor guna menciptakan peluang untuk bersaing dengan produk luar negeri. PT CP Prima Tbk merupakan produsen dan pengolah udang yang terintegrasi secara vertikal terbesar di dunia dan merupakan eksportir utama bagi pasar-pasar udang terbesar dunia seperti AS, Eropa dan Jepang.iv Dalam visinya, CP Prima berupaya menjadikan perusahaan akuakultur terbesar dan terdepan yang terintegrasi secara vertikal di dunia.v

Sebagai salah satu produsen tambak terbesar yang ada Indonesia, CP Prima telah ikut berkontribusi dalam industri perikanan dengan ditunjang oleh pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan konsumsi masyarakat terhadap udang serta permintaan pasar lokal maupun internasional yang semakin tinggi akan industri pengelolaan pertambakan. Sehingga tingginya konsumsi jenis ikan maupun udang dalam masyarakat akan berpengaruh pada tingginya permintaan dari pasar. Hal inilah yang dapat berdampak positif bagi sektor perikanan dan kelautan. Potensi tambak sebagai pendorong ekonomi suatu negara dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam adalah strategi yang cukup berhasil untuk memajukan perikanan dan kelautan di Indonesia. Keberhasilan CP Prima yang mendapatkan sambutan positif dari pasar industri pengelolaan pertambakan tidak hanya mempengaruhi perusahaan dan industri domestik saja, melainkan masyarakat Indonesia khususnya terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi negara melalui implementasi program Indonesia Bertambak.

i Ine Maulina dkk, Analisis Prospek Budidaya Tambak Udang di Kabupaten Garut, Jurnal Akuatia Vol.III No.1/Maret 2012 (46-62), diakses dalam http://fpik.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2012/06/ANALISIS-PROSPEK-BUDIDAYA-TAMBAK-UDANG.pdf hal. 62

ii Ibid.

iii Harian Pikiran Rakyat (2000) dalam Nurjannah, 2009, Analisis Prospek Budidaya Tambak, Universitas Diponegoro 2009, diakses dalam http://eprints.undip.ac.id/18481/1/NURJANAH.pdf hal. 4

iv PT Central Proteinaprima Laporan Tahunan 2009 Annual Report, diakses dalam http://www.cpp.co.id/uploaded/content/File/Annual%20Report%20PT%20CP%20Prima%202009%281%29.pdf hal. 2

v PT Central Proteinaprima Tbk, Laporan Tahunan 2010 Annual Report: Kegigihan Menuju Pemulihan Resilience Towards Recovery, diakses dalam http://www.cpp.co.id/uploaded/content/File/Financial%20Statement/Annual%20Report%20PT%20CP%20Prima%202010.pdf hal. 4

Sabtu, 07 Juni 2014

Pemikiran Politik Islam Sayyid Qutb

Sayyid Qutb merupakan salah satu tokoh pemikiran politik Islam yang disegani karena berbagai ide pemikiran politik yang cukup memberikan kontribusi bagi perkembangan politik Islam. Qutb sempat menimba ilmu di Barat yang telah banyak memberikan latar belakang konsep sekularisme yang mulai dianutnya. Namun dikarenakan ketertarikannya pada sosok Hassan Al Banna telah membuatnya merubah haluan.
Perlu diketahui, awalnya Qutb merasa simpati saat Hassan Al Banna dijatuhi hukuman mati akibat bertentangan dengan pemerintah sekuler dalam membangun bangsa. Dimana Hassan Al Banna adalah tokoh yang mengembangkan gerakan muslim berpengaruh dan terbesar yakni Ikhwanul Muslimin (Islamic  Brotherhood) yang memang mendominasi Mesir kala itu, sehingga menjadi sebuah ancaman negara dalam negara  bagi Pemerintah. Akibat peristiwa ini menjadi perenungan kembali oleh Sayyid Qutb hingga kembali ke “masa”nya.
Berbagai pemikiran politik Sayyid Qutb banyak menjadi pengembangan perpolitikan Islam dan membawa pengaruh besar bagi dunia Islam diantaranya beberapa pemikir yang terinspirasi dari sosoknya. Diantara berbagai pemikiran politiknya adalah sebagai berikut :
  1. Sayyid Qutb mengedepankan konsep Self Correction. Yakni kritik atas apa yang terjadi dalam umat Islam (kembalinya pada masa Jahiliyah modern). Hal ini dilatarbelakangi oleh perilaku umat manusia yang mulai meninggalkan pemikiran Islam dan berorientasi pada masalah keduniawian dan materi. Sehingga menurutnya, perlu adanya koreksi diri menuju pada pembentukan masyarakat Islami. Qutb menegaskan terdapat dua konteks masyarakat yaitu Islami (Al Nizam Al Islami) dan Jahil (Al Nizam Al Jahili).
  2.  Peradaban dunia berkembang pada Yunani dan Barat yang memang memfokuskan pada pemisahan konsep ruh dan materi. Kehidupan materi menjadi lebih penting daripada ruh, sehingga hal inilah yang menurut pandangan Sayyid Qutb dapat membahayakan umat manusia. Ia berpendapat bahwa spiritual lebih penting daripada masalah materi. Dimana kebutuhan materi dan spiritual (ruh) memiliki hubungan yang kuat. Justru manusia kini kadang terjebak pada salah satunya, misalnya campur tangan aspek ekonomi dalam spiritual.
  3. Pentingnya tanggung jawab seorang Khalifah dalam menyatukan aspek materi dan spiritual sehingga dapat mengeluarkan manusia dari kejahiliyahan (sistem yang kufur). Jika salah satu aspek menjadi lemah akan menghambat manusia untuk keluar dari kejahiliyahan.
  4. Tantangan pada manusia tidak hanya timbul dari dalam diri atau lingkungan, melainkan perlu diketahui mengenai potensi negatif/setan yang timbul. Potensi ini berupa menjauhkan diri dari kebenaran (kufur), sehingga perlu bagi manusia untuk berada pada jalan kebenaran Allah karena manusia sendiri akan menang jika berada pada jalan yang benar.
  5. Perjuangan masyarakat untuk lepas dari masyarakat jahiliyah modern merupakan suatu jihad yang wajib diperangi. Baik melalui cara-cara persuasif, bahkan dengan ofensif.
  6. Qutb juga menganggap Barat dengan simbol evil (kejahatan). Hal ini didasari oleh penjajah Barat yang sering menindas dan mendzolimi manusia sehingga perlu dilawan. Bagian ini merupakan simbol dari ketidakadilan.
  7. Solusi yang diberikan Qutb adalah open people’s eyes. Yakni kesadaran bagi umat muslim untuk mengetahui bahaya yang mengancam (nature of danger). Sehingga umat manusia dapat lepas dari kejahiliyahan modern.
  8. Namun disisi lain Qutb juga menawarkan pendekatan atau cara yang keras melalui jihad, hijrah, takfir.

Pada dasarnya pemikiran politik Qutb menjadi menarik untuk disimak karena berbagai peristiwa telah mengkonstruksi pemikiran dan pengetahuannya. Qutb juga banyak membawa pengaruh pada pemikiran kelompok teroris Islam serta konsep near enemy (level domestik) dan far enemy (level internasional) yang diimplementasikan jaringan Al Qaeda.

Pemikiran Politik Islam Taqiyuddin An Nabani



Taqiyuddin An Nabani merupakan seorang yang berilmu dan sangat luas keilmuannya. Ia adalah seseorang yang berjasa pada pendirian Hizbut Tahrir yang memang memiliki pengikut diberbagai negara belahan dunia. Ia dilahirkan dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dimana ayahnya seorang syaikh yang faqih dan bekerja sebagai guru ilmu syariah, sedangkan ibunya memiliki pengetahuan luas mengenai masalah syariah yang diperoleh dari ayahandanya, Syaikh Yusuf.
Ia memperoleh keilmuwan mengenai kesadaran politik yang didapat dari kakek beliau yang memiliki penguasaan atas masalah politik karena hubungan dekatnya dengan pejabat pemerintahan Daulah Islamiyah. Bahkan ia juga mendapat faedah dengan menghadiri majelis maupun diskusi fiqhiyyah yang didapat dari sang kakek. Dilatarbelakangi oleh kemampuan yang diatas rata-rata, membuat Taqiyuddin An Nabani meneruskan sekolahnya di Universitas Al Azhar, Cairo.
An Nabani menjadi seorang tokoh pemikiran politik Islam yang secara tegas menolak konsep demokrasi. Ia lebih mendorong pada terbentuknya Khilafah Islamiyah yang terbukti memberikan dampak besar bagi kemajuan sejarah Islam. Fokus pemikiran terletak pada hubungan antara kepemimpinan (negarawan) dengan kesejahteraan rakyat, dimana perlu adanya sinergi kuat diantara keduanya untuk menciptakan kemakmuran rakyat. Menurutnya, lemahnya persatuan Islam dalam konflik berkepanjangan Israel Palestina, serta kesadaran melakukan aksi berdasarkan pengalaman melatar belakangi pembentukan Hizbut Tahrir.
Namun dalam pembahasan kali ini akan diuraikan lebih lanjut mengenai pemikiran politik Taqiyuddin An Nabani :
  1. Pemikiran politik menjadi pemikiran yang paling tinggi. Dimana politik mengedepankan serta mengurusi kehidupan orang banyak yang dilandasi oleh pandangan mengenai Islam. Namun kini terkadang manusia menjadi selfish. Sehingga perlu menggali dan menjunjung aqidah Islam untuk mendorong pemikiran politik. Agama seharusnya masuk dalam konsep pemikiran politik dan berpengaruh pada adanya ideologi dalam spiritual dan politik
  2. Pada dasarnya pemimpin bertanggun jawab baik secara internal maupun eksternal. Yakni orientasi pada negara dan umat, dimana pemimpin tidak hanya mengedepankan kesejahteraan rakyat saja, melainkan mengatur negara atau masyarakat. Peran pemimpin juga banyak berkontribusi dalam taking care of ummah affairs. Yakni kebutuhan pemimpin yang sadar dan berdedikasi tinggi pada urusan umatnya. 
  3. Perlunya sistem khilafah yakni tidak adanya pemisahan dalam kehidupan dan agama. Mengapa An Nabani mengutamakan pentingnya sistem Khilafah ? Ini dilatarbelakangi oleh urusan umat Islam yang semestinya dikendalikan oleh Kholifah (pemimpin yang peduli rakyat). Selain itu sistem Khilafah juga mendorong hubungan antara pemerintah dengan rakyat (mutual relations), penerapan hudud, menjaga moral dalam masyarakat (ibadah, sektor publik sesuai nilai Islam).
  4. An Nabani juga menolak sistem masyarakat Barat yang berorientasi pada elite berkuasa yang mengatasnamakan rakyat (demokrasi). Ia beranggapan bahwa demokrasi merupakan sistem yang dibuat oleh manusia dan bertentangan dengan syariah. Inilah yang melatarbelakangi keputusannya yang kontra dengan Barat dan konsep demokrasi.
  5. Mengenai konsep pemimpin, ia memilih pada seorang maupun tokoh negarawan yang mempunyai mentalitas untuk menyelesaikan dan mengontrol permasalahan rakyat. Negarawan lebih memprioritaskan dirinya untuk berfikir dan berdedikasi untuk rakyat. Juga mengutamakan pentingnya dakwah untuk memunculkan negarawan.
  6. An Nabani juga berfikir dalam menjamin pendidikan. Dimana pendidikan melahirkan orang-orang mau berfikir, sehingga timbullah konsep budaya berfikir yang berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan. Sehingga memunculkan kesadaran politik sebagai alat untuk political struggle.
Pemikiran politik Taqiyuddin An Nabani telah mengeluarkan banyak buku yang juga menginspirasi banyak orang melalui idenya. Bahkan pembentukan Hizbut Tahrir menekankan dalam pemahaman mengenai peta situasi internasional. Gerakan ini telah meluas bagi jutaan manusia yang mendukung dan mengemban pemikiran-pemikirannya. 

Selasa, 29 April 2014

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pergaulan Global

         Dewasa ini, perkembangan Bahasa Indonesia semakin mengalami kemunduran yang signifikan di negara asalnya, Indonesia. Hal ini dilatar belakangi lunturnya minat masyarakat dalam berbahasa Indonesia yang secara tidak langsung tersaingi oleh Bahasa Inggris yang semakin membumi.
Pada dasarnya Bahasa Indonesia berkembang sejak tanggal 28 Oktober 1928, dan secara resmi menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa yang sering kita sebut sebagai bahasa ibu ini, lama kelamaan tergeser dan mengalami krisis kepercayaan diri bagi siapa saja yang menggunakannya. Bahasa Indonesia pada dasarnya adalah bahasa pemersatu. Bahasa merupakan salah satu dari unsur-unsur pembentuk Identitas Nasional yang patut kita lestarikan. Sebagai penerus generasi kedepan, hendaklah kita menggunakan Bahasa Indonesia dengan kaidah dan tata cara yang benar, sehingga kita merasa bangga akan bahasa kita sendiri.
Di era globalisasi ini, banyak terjadi pergeseran nilai-nilai budaya Indonesia. Salah satu diantaranya adalah pencampuradukkan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang marak terjadi. Begitu juga dengan penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja saat ini. Kedua hal ini secara  langsung dapat merusak kaidah dan tatanan penggunaan Bahasa Indonesia. Alangkah bijaknya jika kita menyikapi ini dengan kepala dingin. Hendaknya kita sebagai bangsa Indonesia menyadari betapa pentingnya Bahasa Indonesia sebagai aset budaya yang perlu dijaga. Perlahan tapi pasti, akan bertambah rasa nasionalisme kita terhadap bangsa ini.
Realita kemorosotan penggunaan Bahasa Indonesia berbanding terbalik dengan yang terjadi di beberapa negara di dunia. Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri, Andri Hadi, saat ini ada 45 negara yang mengajarkan Bahasa Indonesia seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam. Di Australia Bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Sedangkan di Vietnam, sejak tahun 2007, Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City mengumumkan secara resmi Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Jadilah Vietnam sebagai anggota ASEAN pertama yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua dinegaranya. Bahasa Indonesia di Vietnam disejajarkan dengan Bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang, sebagai bahasa yang diprioritaskan.
Selain itu, Bahasa Indonesia juga mendunia tidak hanya didunia nyata, melainkan juga dunia maya. Terbukti bahwa wikipedia berbahasa Indonesia telah menduduki peringkat ke 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing didunia, dan termasuk peringkat ketiga di Asia setelah Bahasa Jepang dan Mandarin. Dari beberapa realita yang terungkap, dapat disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia sudah memasuki ranah internasional. Dan membuat kita sebagai Bangsa Indonesia, berbangga hati dengan apa yang kita capai sampai hari ini.
Namun Bahasa Indonesia kini semakin tenggelam dinegara sendiri. Kita sebagai warga negara yang baik, sepatutnya menyadari bahwa Bahasa Indonesia menjadi sebuah identitas dan jati diri Bangsa Indonesia. Yang mampu membawa Bangsa Indonesia  kedalam era globalisasi tanpa menghilangka jati diri yang sesungguhnya. Namun semakin Bahasa Indonesia masuk ke ranah internasional, justru semakin dijauhi oleh masyarakat Indonesia yang menganggap Bahasa Indonesia kurang dikenal dunia internasional.
Maka wajib belajar Bahasa Indonesia sejak dini harus ditanamkan sedari kecil. Terbukti dengan adanya pelajaran Bahasa Indonesia disetiap jenjang pendidikan. Melestarikan Bahasa Indonesia serta mempertahankannya dari pengaruh globalisasi yang mendominasi Bangsa Indonesia merupakan sebuah pembelaan produk budaya Indonesia dari ancaman luar maupun dalam negeri.

Eksplanasi 3 Fase Politik Luar Negeri Indonesia

Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia menjadi sebuah komponen penting dalam tata kelola kebijakan luar negeri. Politik luar negeri pada dasarnya memfokuskan pada kepentingan nasional negara yang menjadi poin utama  guna merepresentasikan sikap negara terhadap berbagai permasalahan dunia internasional kekinian. Menurut M. Hery Saripudin, MA[1] prinsip politik luar negeri Indonesia terdapat pada Pembukaan Undang-Undang Dasar alinea 1 yang berbunyi : “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”.
Alinea ini menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi sebuah perdamaian dan ketertiban dunia menyatakan ketidakberpihakan pada kolonialisme atau yang biasa disebut penjajahan. Maka implementasi terhadap penolakan kolonialisme berujung pada pengambilan kebijakan luar negeri Indonesia. Selain itu juga dijelaskan bahwa pada pembukaan UUD 1945 alinea 4 juga menjadi faktor yang mendasari politik luar negeri RI. Dalam alinea ini memaparkan orientasi Indonesia kedepan dengan mengisi kepentingan nasional dalam realisasi kebijakan luar negeri.
Dengan melaksanakan politik luar negeri, Indonesia diharapkan mampu memusatkan faktor-faktor guna tersalurnya kepentingan nasional. Diantara faktor tersebut adalah dengan melindungi tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa melalui promosi kebudayaan sosial maupun pendidikan, serta berperan dalam menciptakan ketertiban dunia. Sehingga kebijakan luar negeri Indonesia akan memberikan hasil maksimal jika memenuhi kriteria faktor diatas. Serta akan berdampak baik pada fungsi politik luar negeri yang memang terdapat pada amanat Konstitusi dan Pancasila.
Politik luar negeri tidak saja mengulas tentang isu-isu prioritas regional saja melainkan juga terlibat dalam isu-isu global. Isu regional yang dihadapi oleh Indonesia adalah mengenai regionalisme di ASEAN. Wilayah Asia Tenggara kini sedang berfokus pada ASEAN Community 2015 yang akan dihadapi oleh negara-negara anggota ASEAN untuk saling bersaing secara kompetitif dalam persaingan global. Selain itu juga permasalahan Myanmar menyangkut transisi demokrasi dalam kinerja pengelolaan perubahan kekuasaan yang juga berbenturan pada prinsip non intervensi di ASEAN.
Berbagai permasalahan ini menjadi poin penting Indonesia dalam menunjukkan sikapnya sebagai negara yang memberi kontribusi besar bagi terciptanya stabilitas keamanan dunia. Sedangkan isu-isu prioritas global meliputi kasus Laut Tiongkok Selatan, Indo dan Pasifik Selatan (Papua), konflik Israel Palestina, isu nuklir Iran dan Korea Utara. Selain itu juga terkait promosi demokrasi, HAM, dan Good Governance yang menjadi perbincangan utama dalam Bali Democracy Forum yang diselenggarakan di Bali Indonesia beberapa waktu lalu.
Dalam implementasinya, Indonesia mengalami proses yang cukup panjang terkait perjalanan menempuh jalan besar menuju gerbang diplomasi Indonesia. Prinsip ideal politik luar negeri berdasarkan prinsip “bebas dan aktif”. Prinsip ini dikemukakan pertama kali bulan September 1948 oleh Muhammad Hatta, wakil presiden Indonesia yang pertama merangkap perdana menteri. Prinsip “bebas aktif” ini dipillih untuk menolak tuntutan sayap kiri agar republik berpihak pada Uni Soviet, dengan demikian juga untuk menghindarkan diri dari tuduhan Belanda, dan juga untuk membuat jarak dengan Amerika Serikat[2].
Pasca pidato Hatta prinsip bebas aktif menjadi implementasi politik luar negeri di Indonesia, dimana bebas diartikan sebagai kebebasan sikap untuk menentukan jalan dan pilihan sendiri terhadap permasalahan dunia. Sedangkan aktif dimaknai dengan peran tidak pasif atau reaktif dari Indonesia dalam menyumbang tercapainya kemerdekaan hakiki, perdamaian, dan keadilan dunia berdasarkan UUD 1945. Pada tahun 2012 menandai 64 tahun usia politik luar negeri bebas aktif Indonesia yang dimulai sejak pidato Mohammad Hatta pada September 1948 yang berjudul “Mendayung antara Dua Karang”[3].
Manifestasi awal dari kebijakan politik bebas aktif RI tercermin dari pidato Perdana Menteri Syahrir di depan Komite Nasional Indonesia (KNI) bulan Februari 1948 yang dengan gamblang menyatakan komitmen untuk tidak berpihak kepada salah satu blok yang sedang bertarung[4]. Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan September 1948, sikap seperti itu ditegaskan oleh Perdana Menteri Moh. Hatta dalam pidato yang dianggap cikal bakal Politik Luar Negeri Bebas Aktif RI berjudul “Mendayung antara Dua Karang” yang antara lain mengatakan, “Apakah Bangsa Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaannya tidak mempunyai jalan lain daripada memilih antara pro Rusia atau pro Amerika? Pemerintah Indonesia berpendapat bahwa kedudukan Indonesia dalam politik internasional bukan tempat yang pasif melainkan harus mengambil sikap yang aktif”[5].
Dari kedua pernyataan diatas telah diungkapkan bahwa prinsip mendayung di antara dua karang menjadi manifestasi terbentuknya politik luar negeri bebas aktif Indonesia. Dari pemikiran Syahrir yang kemudian dielaborasi oleh M. Hatta menjadi sebuah pemikiran besar yang masih relevan hingga sekarang. Bahkan pemikiran Hatta dirangkum dan diejawantahkan melalui karya legendarisnya berjudul sama “Mendayung di Antara Dua Karang”.
Jika dijabarkan lebih luas maka mendayung sama artinya dengan upaya aktif, sedangkan di antara dua karang berarti tidak terikat oleh dua kekuatan adikuasa yang ada saat itu yaitu Amerika Serikat dengan Blok Barat dan Uni Soviet yang membentuk Blok Timur. Kedua negara superpower ini berusaha menyebarkan ideologi politik yang dianutnya, Amerika Serikat dengan ideologi Kapitalisme-Liberalisme dan Uni Soviet dengan ideologi Sosialisme-Komunisme”[6]. Keputusan Indonesia melalui pernyataan diatas cenderung berusaha menciptakan Indonesia sesuai beberapa ideologi yang dianut untuk mencapai kemerdekaan Indonesia yang seutuhnya. Namun berkat urgensi dari pemikiran Hatta permasalahan ini kian mencair dan menemui titik terang dan berujung pada penemuan jati diri bangsa Indonesia.
Perkataan secara langsung dikemukakan oleh Hatta “Mestikah bangsa Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan bangsa dan negara kita, hanya harus memillih antara pro Rusia atau pro Amerika? Apakah tidak ada pendirian yang lain yang harus kita ambil dalam mengejar cita-cita”[7]. Pertanyaan itu dijawab oleh Hatta bahwa pendirian yang harus kita ambil adalah bangsa Indonesia tidak boleh menjadi obyek dalam pertarungan politik internasional, melainkan kita harus tetap menjadi subyek yang berhak menentukan sikap kita sendiri, berhak memperjuangkan tujuan kita sendiri, Indonesia merdeka seluruhnya. Dasar perjuangan yang telah menjadi semboyan yaitu percaya akan diri sendiri dan berjuang atas kesanggupan sendiri. Tetapi bukan berarti menutup diri dari dunia luar. Bangsa Indonesia harus bisa mengambil keuntungan dari situasi internasional untuk mencapai tujuan bangsa[8].
Bahkan konsep mendayung diantara dua karang menjadi acuan bagi terbentuknya gerakan baru yakni Gerakan Non Blok saat Konferensi Asia Afrika 1955 yang tercantum dalam Dasa Sila. Disadari bahwa pemikiran ini menjadi stereotype baru bagi negara-negara untuk saling bekerjasama melawan bipolaritas. Menurut Profesor Dewi Fortuna (Deputi Bidang Politik, Sekretaris Wakil Presiden RI)[9] menjelaskan adanya transformasi politik luar negeri Indonesia dari waktu kewaktu. Ia mengatakan bahwa “perjalanan politik luar negeri Indonesia telah melewati tiga fase yaitu fase mendayung di antara dua karang (blok Barat dan blok Timur), fase mendayung diantara turbulensi (kondisi ketidakpastian pasca Perang Dingin), dan fase mendayung diantara banyak karang (memusatkan pusat-pusat kekuatan politik baru seperti India dan Tiongkok).
Hal ini menjelaskan bahwa Indonesia telah melewati fase dua karang, sehingga perjalanan politik luar negeri pasca Perang Dingin menimbulkan ketidakpastian bagi Indonesia. Kondisi seperti ini juga didukung oleh keruntuhan dan kemunduran dari blok Timur yaitu Uni Soviet. Posisi ini menghasilkan tampuk kekuasaan berada disisi blok Barat yang masih melanglang buana dalam perpolitikan internasional dan menimbulkan dilema akibat ketidakpastian bagi Indonesia.
Dari pemaparan diatas sudah menjadi bukti bahwa mendayung diantara turbulensi menjadi sebuah pemikiran baru bagi perkembangan diplomasi Indonesia pasca Perang Dingin dalam menghadapi rumit dan kompleksnya permasalahan dunia. Tantangan kekinian yang membawa tantangan baru secara tidak langsung telah menghilangkan konteks hubungan antara dua karang yakni dua blok besar yang semakin puda dimakan usia namun tak lekang oleh sejarah dunia.
Sedangkan konsep mendayung diantara banyak karang dapat diartikan akan munculnya pusat-pusat kekuasaan politik baru. Yakni melalui persaingan perebutan hegemon ekonomi abad 21 mulai mencakup beberapa negara besar Asia sebagai New Emerging Economy contohnya India, Tiongkok. Ini menjadi suatu tantangan besar bagi Indonesia dalam menentukan pola kebijakan luar negeri macam apa yang akan diambil. Karena menjadi suatu pertimbangan besar bagi Indonesia dalam menentukan posisi ketika berada pada tantangan menghadapi kekuasaan politik baru yang mulai menggeser posisi hegemon Amerika Serikat dan Eropa.
Sehingga pada akhirnya menjadi sebuah ketegasan pola mendayung diantara banyak karang sebagai sebuah fenomena baru. Namun bagi Indonesia bukan menjadi hal baru karena kebijakan ini tidak lantas mengubah posisi Indonesia menjadi negara yang mudah terombang ambing melainkan menjadikan posisi Indonesia memiliki arah yang jelas dalam mengarungi samudera internasional diantara berbagai persaingan global diantara negara-negara berkembang didunia. Indonesia selayaknya bersifat defensif dengan menjadi merdeka seutuhnya tanpa menghiraukan kemana ombak akan membawanya.

           


[1] Head of Centre for Policy Analysis and Development and Asia Pasific and African Regional pada seminar Kementrian Luar Negeri di UMM mengenai Politik Luar Negeri Indonesia pada tanggal 2 April 2014
[2] Michael Leifer. Politik Luar Negeri Indonesia. Jakarta. Gramedia 1986, hal.xvi
[3] Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Luar Negeri Indonesia, Jurnal Diplomasi Vol.4 No.1 Maret 2012 hal.iv
[4] A. Hasnan Habib. 1997. Kapita Selekta: Strategi dan Hubungan Internasional. Jakarta: CSIS, hal.389-390 dalam Jurnal Diplomasi Vol.4 No.1 Maret 2012 oleh Kemenlu RI
[5] ibid
[6] Mohammad Hatta. 1953. Dasar Politik Luar Negeri Indonesia. Jakarta: Tintamas, hal.14 dalam Tesis Yerry Mamahit Padunge: Politik Luar Negeri Indonesia: Studi Kasus Peran Indonesia dalam Agenda Setting isu Pekerja Migran di KTT ke 19 ASEAN tahun 2011, FISIP UI 2012 hal.23
[7] Mohammad Hatta, Mendayung Di Antara Dua Karang. Jakarta: Kementrian Penerangan Republik Indonesia, hal.12
[8] M. Sabir. 1987. Politik Bebas Aktif. Jakarta: Masagung, hal.15
[9] Disampaikan ketika menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Refleksi 65 Tahun Politik Luar Negeri Bebas Aktfi di Gedung Senat UGM Yogyakarta pada Senin (2 September 2013) dalam “Sinkronisasi Diplomasi Ekonomi dan Politik Dalam dan Luar Negeri RI” pada kabarindonesia-timur.com diakses pada 16 April 2014 jam 21.00