Pentingnya
aspek perikanan dan kelautan yang dimiliki oleh Indonesia merupakan
salah satu manifestasi bagi pemasukan ekonomi negara. Dimana peluang
dalam mengembangkan dan memajukan produksi perikanan dapat memberikan
kontribusi langsung bagi peningkatan kemajuan budidaya perikanan.
Disisi lain, keberhasilan produksi budidaya perikanan tidak hanya
ditentukan oleh para pengusaha maupun nelayan, melainkan lembaga
terkait yakni Pemerintah yang dinaungi oleh Kementerian Perikanan dan
Kelautan (KKP). Visi dan misi kementerian ini pada dasarnya berupaya
untuk memajukan potensi perikanan dan kelautan Indonesia dalam level
domestik.
Terpilihnya
Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan era Jokowi
telah membawa angin segar bagi produksi budidaya perikanan. Data dari
KPP menunjukkan bahwa produksi budidaya perikanan tahun 2014 baik
dari rumput laut dan ikan/udang adalah sebesar 14,52 ton. Adapun
target produksi tahun 2015 yang telah ditetapkan sebesar 17,9 juta
ton, terdiri dari ikan 7,6 juta ton dan rumput laut basah 10,3 juta
ton. Kebutuhan pakan ikan/udang untuk memenuhi target produksi tahun
2015 adalah sebesar 8,728 juta ton.1
Dimana 60 % merupakan kebutuhan pakan ikan air tawar seperti ikan
mas, nila, gurame, patin, dan lele.2
Rencana Pemerintah untuk meningkatkan produksi perikanan juga sebagai
bentuk dorongan terhadap kemajuan perikanan dan kelautan Indonesia.
Hal ini disebabkan peningkatan produksi budidaya perikanan yang tidak
lepas dari kebutuhan pakan ikan untuk meningkatkan kualitas jenis
ikan/udang.
Untuk
menyukseskan tujuan ini, Pemerintah telah mencanangkan berbagai
sosialisasi Gerakan Pakan Ikan Mandiri (GERPARI) sebagai upaya untuk
mendorong peningkatan produksi budidaya perikanan dengan memenuhi
kebutuhan komponen produksi. KKP telah membuat tujuh program unggulan
2015-2019 untuk mencapai perikanan budidaya tangguh dan mandiri,
antara lain pengembangan pakan ikan mandiri untuk menekan biaya
hingga kurang dari 60 persen.3
Pakan ikan/udang menjadi komponen produksi utama yang menentukan
keberhasilan produksi budidaya perikanan.4
Sebagai faktor penting pengembangan perikanan, pakan merupakan salah
satu hal yang menentukan keberhasilan dalam produksi. Kebutuhan pakan
berpengaruh pada pemenuhan target produksi perikanan nasional dan
peningkatan kesejahteraan pembudidaya ikan. Sehingga kebutuhan
terhadap pakan ikan menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan
oleh pengusaha untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi
perikanan yang berkelanjutan.
Pada
dasarnya tingginya harga pakan di pasaran melatar belakangi
Pemerintah membuat program GERPARI. Untuk memenuhi kebutuhan pakan
nasional yang masih mengandalkan bahan baku impor, maka Pemerintah
berupaya mendorong penurunan harga pakan untuk memenuhi kebutuhan
pakan lokal. Langkah ini cukup penting dan strategis sehingga dapat
menekan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku pakan
ikan sekaligus menguatkan penggunaan bahan baku lokal. Jika harga
pakan tergolong masih tinggi dan cenderung menimbulkan kerugian di
kalangan industri perikanan, maka akan melemahkan usaha pembudidaya
untuk mengembangkan usaha. Penurunan harga pakan akan mendorong
peningkatan investasi dan mendorong peningkatan produksi sekaligus
akan meningkatkan produksi pakan ikan itu sendiri.5
Salah
satu perusahaan akuakultur terintegrasi adalah Perusahaan Central
Proteinaprima Tbk yang dikenal sebagai pemimpin pasar di Indonesia
dalam produksi benur, pakan udang dan pakan ikan. Sampai kuartal
pertama tahun 2013, produksi pakan ikan CP Prima mencapai 100.000
ton, sedangkan produksi pakan udang sebesar 30.000 ton.6
Keberhasilan dalam industri perikanan di Indonesia membuat CP Prima
terus menaikkan produksi pakan ikannya. Bahkan upaya Pemerintah
dengan membentuk GERPARI membuat CP Prima ikut serta berkontribusi
terhadap program Pemerintah. PT CP Prima, produsen pakan ikan,
memproduksi pakan ikan baru guna mewujudkan upaya Menteri Kelautan
dan Perikanan untuk menekan biaya produksi perikanan budidaya.7
Klasifikasi
pakan ikan tergolong bermacam-macam, yakni level menengah dan atas.
Sedangkan untuk menurunkan harga pakan ikan, sehingga CP Prima
mengembangkan jenis pakan ikan murah yang menyasar pembudidaya kelas
menengah ke bawah untuk memenuhi kebutuhan produksi ikan. Pakan ikan
ini memiliki kadar protein sebesar 27%-28% atau lebih rendah
dibanding pakan ikan premium yang biasa dibuat pabrik dengan kadar
protein 32%-34%.8
Dengan demikian, harga pakan ikan bisa lebih murah sehingga dapat
menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan para
pembudidaya ikan. Adanya pakan ikan murah membuktikan bahwa para
pelaku usaha telah berupaya secara kreatif dan inovatif untuk
memproduksi pakan dengan kualitas yang tidak kalah dengan pakan impor
dan level harga yang lebih terjangkau. Oleh karena itu dengan adanya
GERPARI, maka tingginya target produksi budidaya perikanan tahun 2015
diiringi dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan baku pakan ikan yang
berkelanjutan.
1
Antara News, 20 Februari 2015, Kemandirian Pakan Dorong Peningkatan
Produksi Perikanan Budidaya, diakses dalam
http://www.antaranews.com/berita/481124/kemandirian-pakan-dorong-peningkatan-produksi-perikanan-budidaya
2 Giras
Pasopati, CNN Indonesia, Pakan Ikan Didominasi Impor, Menteri Susi
Luncurkan GERPARI tanggal 21 Pebruari 2015, diakses dalam
http://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20150220143946-92-33625/pakan-ikan-didominasi-impor-menteri-susi-luncurkan-gerpari/
3 Satya
Festiani, Republika Online, Susi Dorong Penurunan Harga Pakan Ikan,
20 Pebruari 2015, diakses dalam
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/02/20/nk26iu-susi-dorong-penurunan-harga-pakan-ikan
4 Ibid.
5 Ibid.
6 Handoyo,
Kontan, CP Prima Genjot Produksi Ikan, diakses dalam
http://industri.kontan.co.id/news/cp-prima-genjot-produksi-pakan-ikan
7 Industri
Bisnis, 17 Maret 2015, CP Prima Produksi Pakan Ikan Murah, diakses
dalam
http://industri.bisnis.com/read/20150317/99/412477/cp-prima-produksi-pakan-ikan-murah
8 Ibid.
