Potensi
kelautan Indonesia sangat luar biasa didorong oleh heterogenitas
sumber daya alam dan letak wilayah yang cukup strategis. Sebagai
negara kepulauan yang dibatasi oleh laut yang cukup luas, manifestasi
aspek kelautan maupun daratan merupakan ladang strategis bagi
Indonesia untuk memajukan pembangunan nasional. Namun minimnya
pengembangan kekayaan laut telah membuat Indonesia hanya berfokus
pada pembangunan daratan tanpa mengeskplorasi aset kelautan
Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia
dengan 13.487 pulau dan 75 persen wilayahnya berupa laut, platform
pembangunannya sejak masa kolonialisme sampai sekarang berorientasi
pada daratan (land
based development).i
Pembangunan
wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, laut maupun pantai yang tersebar
di kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke belum menunjukkan
potensi yang maksimal dan optimal. Sehingga potensi kelautan untuk
ikut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia masih berjalan ditempat.
Padahal jika pembangunan hanya ditopang oleh pembangunan ekonomi di
daratan tanpa memanfaatkan kelautan dan perikanan akan berdampak pada
ketimpangan pembangunan karena tidak dilakukan di semua sisi.
Indonesia sudah seharusnya belajar kelautan dari negara Cina yang
sukses berkat pengembangan potensi kelautan yang cukup pesat dan
maju.
Menurut
Zhu Rongji (2006) bahwa Cina menerapkan strategi pembangunan wilayah
semacam “membakar obat nyamuk” (berawal dari pinggir/laut menuju
ke tengah/darat) inilah yang membuat ekonomi Cina sangan efisien dan
kompetitif.ii
Pembangunan infrastruktur dan industrialisasi dibangun untuk
menguatkan faktor kelautan dan perikanan sehingga dapat mempermudah
proses pengembangan ekonomi. Pelabuhan laut kelas dunia, industri
galangan kapal, elektronik, otomotif, IT, perikanan tangkap, budidaya
laut, bioteknologi kelautan, dan beragam industri lainnya dibangun di
sepanjang wilayah pesisir.iii
Pembangunan
yang berkelanjutan tersebut akan menghasilkan korelasi pengembangan
infrastruktur mulai dari pesisir dan lautan yang didorong oleh
infrastruktur dan sarana perhubungan yang sangat memadai.
Keberhasilan Cina dalam memajukan kelautan dan perikanan menjadi
cermin bagi Indonesia bahwa pentingnya aspek kelautan dan perikanan
bagi pengembangan ekonomi masyarakat Indonesia. Perlu adanya
koordinasi yang saling berintegrasi antara Pemerintah, Masyarakat,
Pengusaha, maupun Nelayan untuk terus mengembangkan sektor perikanan
Indonesia sehingga dapat mengejar ketertinggalan Indonesia dari
negara-negara lain sudah berkemajuan dalam aspek ini.
Salah
satunya tujuan memajukan budidaya perikanan Indonesia dengan
menggalakkan Gerakan Nasional Cinta Ikan. Dimana melalui program ini
akan berpengaruh pada peningkatan jumlah konsumsi jenis ikan maupun
udang oleh masyarakat yang akan mendorong pada permintaan ikan yang
akan meningkat. Hal ini dapat menyumbang kontribusi masyarakat
Indonesia bahwa pentingnya memajukan potensi perikanan Indonesia di
mulai dari hal yang kecil yakni kebutuhan mengkonsumsi ikan.
Kurangnya minat masyarakat terhadap ikan pada dasarnya berdampak pada
stok perikanan di Indonesia cenderung kurang meningkat dibandingkan
konsumsi berbagai jenis daging.
Selain
itu, Gerakan Nasional Cinta Ikan tidak hanya bergantung konsumsi ikan
yang berpengaruh pada permintaan di bidang perikanan, namun
Pemerintah juga ikut menaungi kebutuhan para nelayan untuk
mendapatkan potensi hasil tangkapan yang lebih besar. Misalnya
kebutuhan Kapal Ikan Besar untuk menunjang nelayan dapat memperluas
daerah pencarian ikan menggunakan perahu ukuran besar agar menjangkau
wilayah laut dalam. Perhatian Pemerintah untuk memberikan
kesejahteraan kepada nelayan sudah sepatutnya dilakukan sebagai
implementasi untuk memajukan budidaya perikanan di Indonesia.
Peran
Multi
National Corporation
(MNC) dalam memajukan perikanan dan kelautan juga berdampak besar
bagi kemajuan pembangunan nasional Indonesia. Misalnya CP Prima yang
merupakan produsen dan pengolah udang terbesar berdampak positif pada
pengembangan potensi budidaya perikanan juga sekaligus menunjang
keberadaan dan kemajuan perkembangan kelautan dan perikanan
Indonesia. Minat yang tinggi dari masyarakat melalui sosialisasi
Gerakan Nasional Cinta Ikan juga dapat berpengaruh pada tingginya
permintaan masyarakat terhadap perikanan termasuk udang. Sehingga
kemajuan perikanan budidaya perikanan dapat dicapai oleh Indonesia
sebagai bentuk dari manifestasi Indonesia terhadap Sumber Daya Alam.
i Rokhmin
Dahuri, Belajar Membangun Kelautan dari Cina, Harian Seputar
Indonesia 15 Januari 2013, diakses dalam
http://www.dkp.sulteng.go.id/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=152:belajar-membangun-kelautan-dari-china&catid=29:opini&Itemid=53
ii Ibid.
iii Ibid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar