Senin, 18 Mei 2015

Gerakan Nasional Cinta Ikan dari Ocean Based Development terhadap Perkembangan Budidaya Perikanan

Potensi kelautan Indonesia sangat luar biasa didorong oleh heterogenitas sumber daya alam dan letak wilayah yang cukup strategis. Sebagai negara kepulauan yang dibatasi oleh laut yang cukup luas, manifestasi aspek kelautan maupun daratan merupakan ladang strategis bagi Indonesia untuk memajukan pembangunan nasional. Namun minimnya pengembangan kekayaan laut telah membuat Indonesia hanya berfokus pada pembangunan daratan tanpa mengeskplorasi aset kelautan Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 13.487 pulau dan 75 persen wilayahnya berupa laut, platform pembangunannya sejak masa kolonialisme sampai sekarang berorientasi pada daratan (land based development).i

Pembangunan wilayah pesisir, pulau-pulau kecil, laut maupun pantai yang tersebar di kepulauan Indonesia dari Sabang sampai Merauke belum menunjukkan potensi yang maksimal dan optimal. Sehingga potensi kelautan untuk ikut berkontribusi dalam kemajuan Indonesia masih berjalan ditempat. Padahal jika pembangunan hanya ditopang oleh pembangunan ekonomi di daratan tanpa memanfaatkan kelautan dan perikanan akan berdampak pada ketimpangan pembangunan karena tidak dilakukan di semua sisi. Indonesia sudah seharusnya belajar kelautan dari negara Cina yang sukses berkat pengembangan potensi kelautan yang cukup pesat dan maju.

Menurut Zhu Rongji (2006) bahwa Cina menerapkan strategi pembangunan wilayah semacam “membakar obat nyamuk” (berawal dari pinggir/laut menuju ke tengah/darat) inilah yang membuat ekonomi Cina sangan efisien dan kompetitif.ii Pembangunan infrastruktur dan industrialisasi dibangun untuk menguatkan faktor kelautan dan perikanan sehingga dapat mempermudah proses pengembangan ekonomi. Pelabuhan laut kelas dunia, industri galangan kapal, elektronik, otomotif, IT, perikanan tangkap, budidaya laut, bioteknologi kelautan, dan beragam industri lainnya dibangun di sepanjang wilayah pesisir.iii

Pembangunan yang berkelanjutan tersebut akan menghasilkan korelasi pengembangan infrastruktur mulai dari pesisir dan lautan yang didorong oleh infrastruktur dan sarana perhubungan yang sangat memadai. Keberhasilan Cina dalam memajukan kelautan dan perikanan menjadi cermin bagi Indonesia bahwa pentingnya aspek kelautan dan perikanan bagi pengembangan ekonomi masyarakat Indonesia. Perlu adanya koordinasi yang saling berintegrasi antara Pemerintah, Masyarakat, Pengusaha, maupun Nelayan untuk terus mengembangkan sektor perikanan Indonesia sehingga dapat mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara lain sudah berkemajuan dalam aspek ini. 

http://cdn.kaskus.com/images/2013/10/31/5491355_20131031015823.jpg
 
Salah satunya tujuan memajukan budidaya perikanan Indonesia dengan menggalakkan Gerakan Nasional Cinta Ikan. Dimana melalui program ini akan berpengaruh pada peningkatan jumlah konsumsi jenis ikan maupun udang oleh masyarakat yang akan mendorong pada permintaan ikan yang akan meningkat. Hal ini dapat menyumbang kontribusi masyarakat Indonesia bahwa pentingnya memajukan potensi perikanan Indonesia di mulai dari hal yang kecil yakni kebutuhan mengkonsumsi ikan. Kurangnya minat masyarakat terhadap ikan pada dasarnya berdampak pada stok perikanan di Indonesia cenderung kurang meningkat dibandingkan konsumsi berbagai jenis daging.

Selain itu, Gerakan Nasional Cinta Ikan tidak hanya bergantung konsumsi ikan yang berpengaruh pada permintaan di bidang perikanan, namun Pemerintah juga ikut menaungi kebutuhan para nelayan untuk mendapatkan potensi hasil tangkapan yang lebih besar. Misalnya kebutuhan Kapal Ikan Besar untuk menunjang nelayan dapat memperluas daerah pencarian ikan menggunakan perahu ukuran besar agar menjangkau wilayah laut dalam. Perhatian Pemerintah untuk memberikan kesejahteraan kepada nelayan sudah sepatutnya dilakukan sebagai implementasi untuk memajukan budidaya perikanan di Indonesia.

Peran Multi National Corporation (MNC) dalam memajukan perikanan dan kelautan juga berdampak besar bagi kemajuan pembangunan nasional Indonesia. Misalnya CP Prima yang merupakan produsen dan pengolah udang terbesar berdampak positif pada pengembangan potensi budidaya perikanan juga sekaligus menunjang keberadaan dan kemajuan perkembangan kelautan dan perikanan Indonesia. Minat yang tinggi dari masyarakat melalui sosialisasi Gerakan Nasional Cinta Ikan juga dapat berpengaruh pada tingginya permintaan masyarakat terhadap perikanan termasuk udang. Sehingga kemajuan perikanan budidaya perikanan dapat dicapai oleh Indonesia sebagai bentuk dari manifestasi Indonesia terhadap Sumber Daya Alam.
i Rokhmin Dahuri, Belajar Membangun Kelautan dari Cina, Harian Seputar Indonesia 15 Januari 2013, diakses dalam http://www.dkp.sulteng.go.id/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=152:belajar-membangun-kelautan-dari-china&catid=29:opini&Itemid=53

ii Ibid.

iii Ibid.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar