Selasa, 29 April 2014

Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pergaulan Global

         Dewasa ini, perkembangan Bahasa Indonesia semakin mengalami kemunduran yang signifikan di negara asalnya, Indonesia. Hal ini dilatar belakangi lunturnya minat masyarakat dalam berbahasa Indonesia yang secara tidak langsung tersaingi oleh Bahasa Inggris yang semakin membumi.
Pada dasarnya Bahasa Indonesia berkembang sejak tanggal 28 Oktober 1928, dan secara resmi menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa yang sering kita sebut sebagai bahasa ibu ini, lama kelamaan tergeser dan mengalami krisis kepercayaan diri bagi siapa saja yang menggunakannya. Bahasa Indonesia pada dasarnya adalah bahasa pemersatu. Bahasa merupakan salah satu dari unsur-unsur pembentuk Identitas Nasional yang patut kita lestarikan. Sebagai penerus generasi kedepan, hendaklah kita menggunakan Bahasa Indonesia dengan kaidah dan tata cara yang benar, sehingga kita merasa bangga akan bahasa kita sendiri.
Di era globalisasi ini, banyak terjadi pergeseran nilai-nilai budaya Indonesia. Salah satu diantaranya adalah pencampuradukkan antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang marak terjadi. Begitu juga dengan penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja saat ini. Kedua hal ini secara  langsung dapat merusak kaidah dan tatanan penggunaan Bahasa Indonesia. Alangkah bijaknya jika kita menyikapi ini dengan kepala dingin. Hendaknya kita sebagai bangsa Indonesia menyadari betapa pentingnya Bahasa Indonesia sebagai aset budaya yang perlu dijaga. Perlahan tapi pasti, akan bertambah rasa nasionalisme kita terhadap bangsa ini.
Realita kemorosotan penggunaan Bahasa Indonesia berbanding terbalik dengan yang terjadi di beberapa negara di dunia. Menurut Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri, Andri Hadi, saat ini ada 45 negara yang mengajarkan Bahasa Indonesia seperti Australia, Amerika, Kanada, Vietnam. Di Australia Bahasa Indonesia menjadi bahasa populer keempat. Sedangkan di Vietnam, sejak tahun 2007, Pemerintah Daerah Ho Chi Minh City mengumumkan secara resmi Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Jadilah Vietnam sebagai anggota ASEAN pertama yang menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua dinegaranya. Bahasa Indonesia di Vietnam disejajarkan dengan Bahasa Inggris, Prancis, dan Jepang, sebagai bahasa yang diprioritaskan.
Selain itu, Bahasa Indonesia juga mendunia tidak hanya didunia nyata, melainkan juga dunia maya. Terbukti bahwa wikipedia berbahasa Indonesia telah menduduki peringkat ke 26 dari 250 wikipedia berbahasa asing didunia, dan termasuk peringkat ketiga di Asia setelah Bahasa Jepang dan Mandarin. Dari beberapa realita yang terungkap, dapat disimpulkan bahwa Bahasa Indonesia sudah memasuki ranah internasional. Dan membuat kita sebagai Bangsa Indonesia, berbangga hati dengan apa yang kita capai sampai hari ini.
Namun Bahasa Indonesia kini semakin tenggelam dinegara sendiri. Kita sebagai warga negara yang baik, sepatutnya menyadari bahwa Bahasa Indonesia menjadi sebuah identitas dan jati diri Bangsa Indonesia. Yang mampu membawa Bangsa Indonesia  kedalam era globalisasi tanpa menghilangka jati diri yang sesungguhnya. Namun semakin Bahasa Indonesia masuk ke ranah internasional, justru semakin dijauhi oleh masyarakat Indonesia yang menganggap Bahasa Indonesia kurang dikenal dunia internasional.
Maka wajib belajar Bahasa Indonesia sejak dini harus ditanamkan sedari kecil. Terbukti dengan adanya pelajaran Bahasa Indonesia disetiap jenjang pendidikan. Melestarikan Bahasa Indonesia serta mempertahankannya dari pengaruh globalisasi yang mendominasi Bangsa Indonesia merupakan sebuah pembelaan produk budaya Indonesia dari ancaman luar maupun dalam negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar