Selasa, 01 April 2014

History of My Life


Sebagai pengkaji Ilmu Hubungan Internasional di salah satu universitas swasta di Indonesia memberikan dampak dan pengaruh besar dalam kehidupanku. Aku yang memang terobsesi dengan jurusan ini dimulai saat pengenalanku mendengar nama Hubungan Internasional yang awalnya terasa asing ditelingaku.  Pemilihan jurusan ini juga mendasari pada impianku yakni travelling around the world. Mimpi travelling around the world juga memotivasiku untuk melanjutkan kuliah di luar negeri dengan jalur beasiswa. Sehingga secara tidak sengaja jurusanku ini juga bisa menjadi pintu gerbang untuk mewujudkan impianku. Sedangkan cara untuk membukanya tergantung bagaimana caraku untuk mengejarnya.

Awalnya aku berambisius masuk ke universitas negeri dengan jalur SNMPTN. Namun mungkin belum jalannya, aku gagal dan terus menggenjot tenagaku untuk mencoba lewat jalur mandiri di salah satu universitas negeri di Jawa timur. Dihari yang paling mendebarkan dalam sejarah hidupku akhirnya berbuah manis, aku diterima di universitas tersebut dengan menyandang predikat sebagai mahasiswa Hubungan Internasional.

Namun malang tak dapat ditolak, kebahagiaan tersebut tak berlangsung lama. Dikarenakan suatu masalah yang tak bisa aku sebutkan disini, aku terpaksa meninggalkan kampus ini dengan berat hati/ Hari-hari kulalui dengan perasaan down dan hampir putus asa, namun dilain sisi aku beruntung mempunyai orang tua yang selalu menguatkanku.

Untuk terakhir kalinya aku disarankan untuk mengambil kuliah jurusan HI di salah satu universitas swasta di Jawa Timur. Tak disangka aku diterima dan ini merupakan tahun kedua-ku menuntut ilmu disini. Dengan tekad kuat aku akan membuktikan bahwa aku bisa menjadi seorang Diplomat di universitas ini meskipun bukan merupakan kampus impianku. Serta membuktikan bahwa universitas negeri tersebut telah salah untuk tidak menerimaku sebagai mahasiswanya. Sebuah anggapan yang salah tepatnya.

Disini aku latih diriku untuk menjadi manusia yang lebih baik dan selalu berfikir positif. Karena aku tanamkan dalam diri bahwa universitas negeri tidak menjamin potensi kesuksesan seseorang. Yang menjadi acuan adalah kesadaran diri dan berkemauan keras untuk menambah potensi positif dalam diri serta selalu berpikiran positif kepadaNya. Keinginan yang mendasari perubahan diri kearah yang lebih baik menjadi acuan dalam hidupku untuk bersaing menghadapi tantangan yang kini tidak saja domestik melainkan tantangan global dengan adanya ASEAN Comunity.

Harapan dan Impian telah digantungkan dan kini memulai untuk melakukan sebuah langkah nyata. Melalui menulis kuharap dapat menjadi awal bagiku untuk menggenggam dunia. Dimulai dari hal terkecil siapa tau akan memberikan manfaat yang besar. Kini saatnya untuk berdoa dan berusaha serta tak henti untuk berharap. Karena mimpi tidak hanya dipikirkan saja, melainkan dipikirkan lalu dibuat menjadi sebuah kenyataan.
Sukses adalah hak setiap orang. Dan semua orang berhak untuk bermimpi dan berharap untuk sukses. Namun dilihat dari seberapa kerasnya manusia berusaha itulah hasil dari benih yang ia tanam. Salam Sukses. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar