Di
tahun 2014 ini menjadi tahun menarik jika menilik melalui cara berbagai calon
legislatif untuk mendulang suara. Kampanye menjadi hal wajib baik itu melalui
kampanye secara terbuka maupun tertutup. Pemandangan menarik “selebritis bawah
pohon maupun pinggir jalan” menjadi sebuah nuansa yang tidak asing jika kita
berhadapan pada tahun politik seperti sekarang ini.
Disadari
bahwa penggunaan pamflet maupun banner guna memajang para calon legilatif
daerah menjadi cara ampuh untuk sekadar memperkenalkan kepada masyarakat luas.
Proses ini dirasa lebih aman dan tidak terlalu merogoh kocek lebih dalam jika
dibandingkan dengan kampanye terbuka dengan berbagai hiburan atau melalui cara
blusukan khas Jokowi.
Namun
yang menjadi keprihatinan adalah hilangnya wibawa seorang calon legislatif
karena penggunaan gambar dalam pamflet maupun banner divisualisasikan dengan
beberapa gambar yang memang jika dipikirkan secara rasionalitas tidak cocok
dengan kepribadian seorang pemimpin. Hal ini menjadi dilematis karena figur
pemimpin yang seharusnya tegas dan berwibawa justru diganti oleh gambar yang
bahkan bagi sebagian orang bisa mengundang gelak tawa bagi yang melihatnya.
Pandangan
salah kaprah yang semula seolah berperan sebagai tokoh superhero justru
terkadang menjadi bumerang karena ketidaksesuaian calon dalam menggunakan
background visualisasi dalam kampanye politiknya. Kita sebagai masyarakat yang
cerdas hendaknya menggunakan hak pilih dengan baik yakni melalui pertimbangan
rasional dan tidak asal-asalan.
Justru
ini adalah hal yang perlu direkonstruksi dari masyarakat untuk memilih mana
calon pemimpin yang benar-benar jelas melalui visi misinya dan bukan dari
karakter “superhero” yang ia bangun. Penggunaan visualisasi bagi calon pemimpin
hendaknya dilakukan dengan penuh kesadaran tinggi karena hal ini secara tidak
langsung akan memberikan penilaian tersendiri bagi masyarakat yang akan
memberikan suara. Pada dasarnya pemimpin merupakan tokoh yang menjadi panutan
bagi masyarakat bukan menjadi sebuah lelucon bagi masyarakatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar