Beberapa
waktu lalu saya menonton sebuah program inovator yang ada di salah satu stasiun
televisi Indonesia. Program ini menceritakan mengenai sebuah Rumah Sakit yang
menggunakan seni musik sebagai alat pemberi rasa tenang pada pasien yang
melakukan operasi. Namun proses kontrol baik pemilihan jenis musik maupun
pengaturan sound bergantung pada psikolog yang akan memantau jalannya terapi.
Psikolog
dalam hal ini telah melakukan sejumlah penelitian mengenai jenis musik yang
akan diperdengarkan bagi pasien yang menjalani operasi. Pemilihan musik
berjenis klasik maupun soft jazz dipilih oleh psikolog karena dianggap dapat
memberikan rasa ketenangan dan kedamaian saat mendengarnya.
Psikolog
dan dokter beranggapan bahwa musik merupakan bagian dari terapi untuk
memberikan energi posiitif bagi mental para pasien. Terapi ini akan
mengkonstruksi pikiran pasien menjadi lebih tenang, karena bagi sebagian orang
saat memasuki ruang operasi merupakan sesuatu yang menegangkan dan dapat
menyebabkan stres ringan jika terlalu menganggapnya sebagai beban hidup.
Maka
diharapkan melalui terapi musik dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi
sang pasien sehingga operasi berjalan lancar tanpa halangan. Kita bisa
membayangkan jika inovasi ini dapat dikembangkan di Indonesia akan memberikan
dampak positif terutama bagi pasien yang memang “takut” prosedur medis.
Disadari
bahwa musik merupakan cara jitu sebagai media penyalur serta pemberi sugesti
bagi manusia kepada hal-hal positif. Melalui musik jugalah seorang manusia dapat
dibentuk kepribadiannya sejak dalam kandungan. Ini menjadi bukti bahwa dampak
dan pengaruh musik tidak hanya sebagai hiburan semata melainkan berfungsi juga sebagai
terapi kesehatan. Tidak ada salahnya jika model ini diaplikasikan oleh sebagian
Rumah Sakit di Indonesia sehingga akan lebih banyak memberikan pengaruh
signifikan bagi dunia kedokteran maupun psikologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar