Rabu, 16 April 2014

Musik dan Dunia Kedokteran

Beberapa waktu lalu saya menonton sebuah program inovator yang ada di salah satu stasiun televisi Indonesia. Program ini menceritakan mengenai sebuah Rumah Sakit yang menggunakan seni musik sebagai alat pemberi rasa tenang pada pasien yang melakukan operasi. Namun proses kontrol baik pemilihan jenis musik maupun pengaturan sound bergantung pada psikolog yang akan memantau jalannya terapi.
Psikolog dalam hal ini telah melakukan sejumlah penelitian mengenai jenis musik yang akan diperdengarkan bagi pasien yang menjalani operasi. Pemilihan musik berjenis klasik maupun soft jazz dipilih oleh psikolog karena dianggap dapat memberikan rasa ketenangan dan kedamaian saat mendengarnya.
Psikolog dan dokter beranggapan bahwa musik merupakan bagian dari terapi untuk memberikan energi posiitif bagi mental para pasien. Terapi ini akan mengkonstruksi pikiran pasien menjadi lebih tenang, karena bagi sebagian orang saat memasuki ruang operasi merupakan sesuatu yang menegangkan dan dapat menyebabkan stres ringan jika terlalu menganggapnya sebagai beban hidup.
Maka diharapkan melalui terapi musik dapat memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi sang pasien sehingga operasi berjalan lancar tanpa halangan. Kita bisa membayangkan jika inovasi ini dapat dikembangkan di Indonesia akan memberikan dampak positif terutama bagi pasien yang memang “takut” prosedur medis.

Disadari bahwa musik merupakan cara jitu sebagai media penyalur serta pemberi sugesti bagi manusia kepada hal-hal positif. Melalui musik jugalah seorang manusia dapat dibentuk kepribadiannya sejak dalam kandungan. Ini menjadi bukti bahwa dampak dan pengaruh musik tidak hanya sebagai hiburan semata melainkan berfungsi juga sebagai terapi kesehatan. Tidak ada salahnya jika model ini diaplikasikan oleh sebagian Rumah Sakit di Indonesia sehingga akan lebih banyak memberikan pengaruh signifikan bagi dunia kedokteran maupun psikologi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar