Sabtu, 07 Juni 2014

Pemikiran Politik Islam Taqiyuddin An Nabani



Taqiyuddin An Nabani merupakan seorang yang berilmu dan sangat luas keilmuannya. Ia adalah seseorang yang berjasa pada pendirian Hizbut Tahrir yang memang memiliki pengikut diberbagai negara belahan dunia. Ia dilahirkan dari keluarga yang berpendidikan tinggi, dimana ayahnya seorang syaikh yang faqih dan bekerja sebagai guru ilmu syariah, sedangkan ibunya memiliki pengetahuan luas mengenai masalah syariah yang diperoleh dari ayahandanya, Syaikh Yusuf.
Ia memperoleh keilmuwan mengenai kesadaran politik yang didapat dari kakek beliau yang memiliki penguasaan atas masalah politik karena hubungan dekatnya dengan pejabat pemerintahan Daulah Islamiyah. Bahkan ia juga mendapat faedah dengan menghadiri majelis maupun diskusi fiqhiyyah yang didapat dari sang kakek. Dilatarbelakangi oleh kemampuan yang diatas rata-rata, membuat Taqiyuddin An Nabani meneruskan sekolahnya di Universitas Al Azhar, Cairo.
An Nabani menjadi seorang tokoh pemikiran politik Islam yang secara tegas menolak konsep demokrasi. Ia lebih mendorong pada terbentuknya Khilafah Islamiyah yang terbukti memberikan dampak besar bagi kemajuan sejarah Islam. Fokus pemikiran terletak pada hubungan antara kepemimpinan (negarawan) dengan kesejahteraan rakyat, dimana perlu adanya sinergi kuat diantara keduanya untuk menciptakan kemakmuran rakyat. Menurutnya, lemahnya persatuan Islam dalam konflik berkepanjangan Israel Palestina, serta kesadaran melakukan aksi berdasarkan pengalaman melatar belakangi pembentukan Hizbut Tahrir.
Namun dalam pembahasan kali ini akan diuraikan lebih lanjut mengenai pemikiran politik Taqiyuddin An Nabani :
  1. Pemikiran politik menjadi pemikiran yang paling tinggi. Dimana politik mengedepankan serta mengurusi kehidupan orang banyak yang dilandasi oleh pandangan mengenai Islam. Namun kini terkadang manusia menjadi selfish. Sehingga perlu menggali dan menjunjung aqidah Islam untuk mendorong pemikiran politik. Agama seharusnya masuk dalam konsep pemikiran politik dan berpengaruh pada adanya ideologi dalam spiritual dan politik
  2. Pada dasarnya pemimpin bertanggun jawab baik secara internal maupun eksternal. Yakni orientasi pada negara dan umat, dimana pemimpin tidak hanya mengedepankan kesejahteraan rakyat saja, melainkan mengatur negara atau masyarakat. Peran pemimpin juga banyak berkontribusi dalam taking care of ummah affairs. Yakni kebutuhan pemimpin yang sadar dan berdedikasi tinggi pada urusan umatnya. 
  3. Perlunya sistem khilafah yakni tidak adanya pemisahan dalam kehidupan dan agama. Mengapa An Nabani mengutamakan pentingnya sistem Khilafah ? Ini dilatarbelakangi oleh urusan umat Islam yang semestinya dikendalikan oleh Kholifah (pemimpin yang peduli rakyat). Selain itu sistem Khilafah juga mendorong hubungan antara pemerintah dengan rakyat (mutual relations), penerapan hudud, menjaga moral dalam masyarakat (ibadah, sektor publik sesuai nilai Islam).
  4. An Nabani juga menolak sistem masyarakat Barat yang berorientasi pada elite berkuasa yang mengatasnamakan rakyat (demokrasi). Ia beranggapan bahwa demokrasi merupakan sistem yang dibuat oleh manusia dan bertentangan dengan syariah. Inilah yang melatarbelakangi keputusannya yang kontra dengan Barat dan konsep demokrasi.
  5. Mengenai konsep pemimpin, ia memilih pada seorang maupun tokoh negarawan yang mempunyai mentalitas untuk menyelesaikan dan mengontrol permasalahan rakyat. Negarawan lebih memprioritaskan dirinya untuk berfikir dan berdedikasi untuk rakyat. Juga mengutamakan pentingnya dakwah untuk memunculkan negarawan.
  6. An Nabani juga berfikir dalam menjamin pendidikan. Dimana pendidikan melahirkan orang-orang mau berfikir, sehingga timbullah konsep budaya berfikir yang berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan. Sehingga memunculkan kesadaran politik sebagai alat untuk political struggle.
Pemikiran politik Taqiyuddin An Nabani telah mengeluarkan banyak buku yang juga menginspirasi banyak orang melalui idenya. Bahkan pembentukan Hizbut Tahrir menekankan dalam pemahaman mengenai peta situasi internasional. Gerakan ini telah meluas bagi jutaan manusia yang mendukung dan mengemban pemikiran-pemikirannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar