Hubungan
Internasional merupakan jurusan yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik (FISIP). Sehingga mendengar nama politik didalamnya niscaya
pikiran akan menerawang bahwa HI mempelajari hal-hal yang familiar dengan
politik. Pendapat ini benar namun tidak sepenuhnya dapat dikatakan benar.
Seperti namanya yakni Hubungan Internasional lebih membahas mengenai politik di
negara-negara dunia yang secara tidak langsung memberikan kemampuan untuk
memahami dunia secara lebih dalam daripada apa yang mereka bisa peroleh melalui
kegiatan mengikuti pemberitaan media massa secara tekun.
Namun
satu yang perlu diketahui bahwa Hubungan Internasional merupakan kajian
pembelajaran yang unik. Kenapa? Karena HI tidak hanya belajar mengenai politik,
melainkan erat kaitannya dengan berbagai pengantar ilmu yakni ekonomi,sosial
budaya, sosiologi, hukum, antropologi. Sehingga banyak ilmuwan studi lain yang
beranggapan cenderung sinis dengan mengatakan HI adalah ahli apa, karena
seperti yang dijelaskan diatas bahwa HI
mempelajari berbagai pengantar studi-studi lain.
Sehingga
jika dihadapkan pada lomba debat tidak jarang penstudi HI memenangkannya karena
mengetahui hampir semua pengetahuan. Bisa dikatakan bahwa dunia bersatu melalui
Hubungan Internasional dikarenakan pembelajaran ilmu lain yang memberikan
kontribusi besar dalam perkembangan ilmu ini. Bahkan tak jarang fenomena HI
mendahului ilmunya sebagai contoh yakni tercpitanya perjanjian mengenai ASEAN Economic Community yang akan diselenggarakan tahun 2015.
Dalam
bukunya Ilmu Hubungan Internasional : Disiplin dan Metodologi karya guru besar
HI Indonesia yakni Mohtar Mas’oed menjelaskan pengajaran ilmu ini dilakukan
dengan penjenjangan yaitu, pendidikan “dasar” dan “lanjutan”. Ini bisa
digambarkan dengan meminjam yakni pada tingkat dasar pengkaji ilmu HI diajarkan
untuk menguasai “bahasa” ilmu ini. Yaitu tentang “cara berfikir” yang
diperlukan untuk memahami fenomena Hubungan Internasional. Atau dengan kata
lain adalah konsep-konsep dasar ilmu ini.
Sesudah
menguasai “bahasa”, pada tingkat lanjutan para pengkaji dilatih menggunakan
ketrampilan “berbahasa” yakni didorong untuk memperoleh ketrampilan tentang apa
yang harus dibaca dan apa yang harus ditulis. Pada tingkat lanjutan ini
diharapkan mampu menggunakan “bahasa” itu untuk “mengatakan sesuatu” tentang
Hubungan Internasional.
Sedangkan
mengenai prospek masa depan ilmu HI dapat memberikan prospek cerah. Hal ini
bisa dilihat bahwa mahasiswa program ini mengetahui fenomena apa yang sedang
terjadi didunia sehingga dapat disiasati dengan kesadaran dini. Seperti
contohnya yakni ASEAN Economic Community. Tidak semua mahasiswa mengerti mengenai apa
yang terjadi pada tahun 2015, namun sebagian mahasiswa HI tidak asing mendengar
ASEAN Economic Community sehingga dapat memberikan kesadaran dalam persiapan menghadapi persaingan dan tantangan global.
Maka
dari pemaparan diatas perlu diketahui bahwa ilmu ini merupakan ilmu yang luas.
Berbagai perkembangan zaman turut mewarnai laju maju mundur ilmu HI. Berbagai
konsep-konsep didalamnya memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sejarah
HI dan juga sejarah dunia masa kini dan masa lampau.
.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar