Senin, 31 Maret 2014

Hubungan Internasional sebagai Ilmu yang terbilang “Unik”

Hubungan Internasional merupakan jurusan yang bernaung di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sehingga mendengar nama politik didalamnya niscaya pikiran akan menerawang bahwa HI mempelajari hal-hal yang familiar dengan politik. Pendapat ini benar namun tidak sepenuhnya dapat dikatakan benar. Seperti namanya yakni Hubungan Internasional lebih membahas mengenai politik di negara-negara dunia yang secara tidak langsung memberikan kemampuan untuk memahami dunia secara lebih dalam daripada apa yang mereka bisa peroleh melalui kegiatan mengikuti pemberitaan media massa secara tekun.
Namun satu yang perlu diketahui bahwa Hubungan Internasional merupakan kajian pembelajaran yang unik. Kenapa? Karena HI tidak hanya belajar mengenai politik, melainkan erat kaitannya dengan berbagai pengantar ilmu yakni ekonomi,sosial budaya, sosiologi, hukum, antropologi. Sehingga banyak ilmuwan studi lain yang beranggapan cenderung sinis dengan mengatakan HI adalah ahli apa, karena seperti yang dijelaskan diatas  bahwa HI mempelajari berbagai pengantar studi-studi lain.
Sehingga jika dihadapkan pada lomba debat tidak jarang penstudi HI memenangkannya karena mengetahui hampir semua pengetahuan. Bisa dikatakan bahwa dunia bersatu melalui Hubungan Internasional dikarenakan pembelajaran ilmu lain yang memberikan kontribusi besar dalam perkembangan ilmu ini. Bahkan tak jarang fenomena HI mendahului ilmunya sebagai contoh yakni tercpitanya perjanjian mengenai ASEAN Economic Community yang akan diselenggarakan tahun 2015.
Dalam bukunya Ilmu Hubungan Internasional : Disiplin dan Metodologi karya guru besar HI Indonesia yakni Mohtar Mas’oed menjelaskan pengajaran ilmu ini dilakukan dengan penjenjangan yaitu, pendidikan “dasar” dan “lanjutan”. Ini bisa digambarkan dengan meminjam yakni pada tingkat dasar pengkaji ilmu HI diajarkan untuk menguasai “bahasa” ilmu ini. Yaitu tentang “cara berfikir” yang diperlukan untuk memahami fenomena Hubungan Internasional. Atau dengan kata lain adalah konsep-konsep dasar ilmu ini.
Sesudah menguasai “bahasa”, pada tingkat lanjutan para pengkaji dilatih menggunakan ketrampilan “berbahasa” yakni didorong untuk memperoleh ketrampilan tentang apa yang harus dibaca dan apa yang harus ditulis. Pada tingkat lanjutan ini diharapkan mampu menggunakan “bahasa” itu untuk “mengatakan sesuatu” tentang Hubungan Internasional.
Sedangkan mengenai prospek masa depan ilmu HI dapat memberikan prospek cerah. Hal ini bisa dilihat bahwa mahasiswa program ini mengetahui fenomena apa yang sedang terjadi didunia sehingga dapat disiasati dengan kesadaran dini. Seperti contohnya yakni ASEAN Economic Community. Tidak semua mahasiswa mengerti mengenai apa yang terjadi pada tahun 2015, namun sebagian mahasiswa HI tidak asing mendengar ASEAN Economic Community sehingga dapat memberikan kesadaran dalam persiapan menghadapi persaingan dan tantangan global.
Maka dari pemaparan diatas perlu diketahui bahwa ilmu ini merupakan ilmu yang luas. Berbagai perkembangan zaman turut mewarnai laju maju mundur ilmu HI. Berbagai konsep-konsep didalamnya memberikan kontribusi besar bagi perkembangan sejarah HI dan juga sejarah dunia masa kini dan masa lampau. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar